Jelang Pengabdian, JQH-NU IIQ Jakarta Bekali Kader Guru Ngaji

Sebanyak  18 kader Sekolah Guru Ngaji Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffazh (JQH) NU Komisariat IIQ Jakarta mengikuti pembekalan pra-pengabdian pada Selasa (30/12/2025) di Gedung Ibrahim Pesantren Takhassus IIQ Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (30/12/2025). (Foto: Dok IIQ)

Milenianews.com, Tangerang Selatan—Sebanyak  18 kader Sekolah Guru Ngaji Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffazh (JQH) NU Komisariat IIQ Jakarta mengikuti pembekalan pra-pengabdian pada Selasa (30/12/2025) di Gedung Ibrahim Pesantren Takhassus IIQ Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Pembekalan yang dipandu oleh Abdul Rasyid Masykur, Pembina JQH-NU IIQ, serta menghadirkan Saepullah, dosen IIQ Jakarta, ini dilaksanakan secara hybrid dengan sembilan peserta offline dan sembilan peserta online.

Abdul Rasyid mengungkapkan, “Selama ini, dalam menjalankan salah satu tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian, kita sering lupa untuk mendokumentasikannya lewat tulisan.”

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membekali para kader dalam mengumpulkan data selama pengabdian. Data tersebut kemudian akan diolah menjadi berbagai produk tulisan seperti jurnal, berita, dan bentuk publikasi lainnya yang bermanfaat bagi IIQ Jakarta.

Selanjutnya, Saepullah ambil bagian dengan memaparkan metodologi Participatory Action Research (PAR) atau penelitian berbasis tindakan. “Pertama, kalian harus menentukan masalah dan membuat alat tes,” jelasnya.

Para kader mempelajari indikator-indikator penting dalam penelitian, seperti alat tes, media, metode penyampaian, serta langkah evaluasi bertahap. “Catat dan tulis dengan apa adanya, itu yang terpenting,” tegas Saepullah.

Baca Juga : Rekrut Anggota, LPM Reddar IIQ Jakarta Gelar Pelatihan Dasar Menulis Berita

Para kader yang telah dibekali, selanjutnya diterjunkan untuk mengajar Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dengan Metode Bagdadi ke berbagai pesantren dan sekolah, baik di wilayah Jabodetabek maupun luar pulau. Penugasan dilakukan selama masa pengabdian 1–30 Januari 2026, dengan sebaran antara lain 6 kader di MTs Nurul ‘Ilmi Cikupa (Tangerang), 5 kader di PP Darul Amanah Ciupas (Pandeglang), 3 kader di PPQ Tazkiyah Insani, 6 kader di Pesantren Burangkeng (Bekasi), 1 kader di PP Nurul Hidayah Insan Kamil, serta 2 kader di PP Daulatul Ummah (Lombok).

Abdul Rasyid menutup pembekalan dengan berpesan kepada para kader agar senantiasa menjaga nama baik IIQ Jakarta. “Ingat, ketika di masyarakat kita tidak membawa diri sendiri, namun membawa nama institusi bahkan Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa dengan menyadari identitas diri, kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *