Milenianews.com – Ngomong soal tren live shopping, pernahkah kamu merasa terjebak dalam siklus dopamin yang melelahkan? Baru saja ingin tidur, tiba-tiba muncul notifikasi siaran langsung dengan tulisan “DISKON 90% HANYA 5 MENIT!”. Kamu masuk, terhipnotis oleh suara host yang melengking, melihat angka stok yang terjun bebas, dan sebelum sempat berpikir logis, jempolmu sudah menekan tombol “Bayar Sekarang”. Selamat, kamu baru saja menjadi korban dari strategi fear of missing out (FOMO) yang dirancang dengan sangat rapi.
Menjadi pembeli yang impulsif di tengah tren live shopping memang terasa seru, tapi jujur saja, dompetmu mungkin mulai menjerit minta tolong. Di era ekonomi kreatif ini, uang tidak lagi mengalir hanya lewat iklan baliho, melainkan lewat interaksi real-time yang meruntuhkan logika. Namun, daripada terus-terusan jadi orang yang menyumbang angka di kolom “terjual”, bukankah lebih cerdas jika kamu yang menjadi arsitek di balik layar yang mengatur semua kegilaan tersebut?
Mengapa Live Commerce Begitu “Mematikan” bagi Logika Konsumen?
Live commerce bukan sekadar jualan sambil menyanyi atau berteriak. Ini adalah sebuah ekosistem yang menggabungkan hiburan, validasi sosial, dan teknologi finansial yang super cepat. Berdasarkan ulasan dari beberapa sumber mengenai fenomena ini, live shopping adalah evolusi dari tele-shopping masa lalu yang kini jauh lebih interaktif lewat platform live shopping seperti Shopee Live atau TikTok Shop.
Kekuatan utamanya ada pada customer engagement. Di sini, konsumen bisa bertanya langsung, melihat barang dicoba secara real-time, dan melakukan transaksi tanpa perlu keluar dari aplikasi. Rahasianya? Integrasi pembayaran fintech yang mulus. Begitu konsumen merasa “butuh”, sistem pembayaran digital memastikan tidak ada waktu bagi otak untuk berubah pikiran. Inilah live commerce strategy yang membuat brand-brand besar kini berlomba-lomba membangun tim khusus untuk menguasai pasar digital.
Peluang Karier: Bukan Sekadar Jadi Tren Live Shopping

Banyak orang mengira karier di bidang ini hanya soal menjadi host. Padahal, mesin penggerak sebenarnya adalah mereka yang bekerja di balik layar. Industri saat ini sangat membutuhkan live shopping strategist dan brand commerce team yang mampu membaca data, bukan cuma sekadar jago bicara.
Berikut adalah peta karier “arsitek” digital yang perlu kamu tahu:
| Peran | Fokus Utama | Mengapa Ini Penting? |
| Digital Strategist | Menganalisis digital marketing trend dan perilaku audiens. | Menentukan waktu terbaik dan konsep siaran agar tidak sepi penonton. |
| Product Manager | Mengelola alur stok dan integrasi fitur live shopping marketplace. | Memastikan sistem tidak crash saat ribuan orang check-out bersamaan. |
| Content Commerce Specialist | Merancang naskah dan alur content commerce. | Mengubah “tontonan” menjadi “jualan” tanpa terlihat memaksa. |
| Fintech Operation | Mengawasi kelancaran sistem pembayaran digital. | Memastikan transaksi sukses tanpa kendala teknis yang merugikan. |
Menempa Skill di “The First Fintech University in Indonesia”
Untuk menguasai strategi live shopping untuk brand, kamu tidak bisa hanya belajar dari tutorial singkat di internet. Kamu butuh pemahaman mendalam tentang bisnis digital dan bagaimana uang bergerak di ekosistem internet. Cyber University, yang dikenal sebagai kampus fintech pertama di Indonesia, hadir untuk menjawab tantangan ini.
Melalui jurusan Bisnis Digital, kamu tidak hanya diajarkan cara “berjualan”, tapi diajak membedah social commerce trend dan psikologi konsumen global. Kurikulum di Cyber University selalu up-to-date, memastikan kamu paham cara mengelola monetisasi live shopping secara profesional. Kamu akan belajar bagaimana sebuah brand kecil bisa meledak penjualannya hanya dengan satu strategi siaran yang tepat.
Yang paling menarik, Cyber University memiliki program Company Learning Program (CLP) 3+1.
Jangan cuma jadi penonton yang FOMO. Di sini, kamu disiapkan menjadi Digital Strategist yang dicari perusahaan besar. Dengan program 3 tahun kuliah dan 1 tahun magang di perusahaan teknologi, kamu punya kesempatan magang di payment gateway atau marketplace besar sebelum lulus!”
Ambil Kendali, Bukan Cuma Jadi Pengikut Tren

Dunia digital tidak butuh lebih banyak orang yang cuma jago belanja, dunia butuh orang yang paham cara mengelola platformnya. Menjadi bagian dari tim di balik layar live shopping adalah cara untuk memastikan kariermu tetap relevan di masa depan yang serba otomatis ini.
Ingin mengubah kebiasaan scrolling malam harimu menjadi keahlian yang dibayar mahal oleh industri? Berhenti jadi konsumen yang terjebak FOMO dan mulailah membangun pondasi kariermu sebagai pakar bisnis digital.
Baca juga: Mau Cepat Kerja Setelah Lulus? Ini 3 Ciri Kampus Anti Pengangguran yang Wajib Kamu Perhatikan
Tertarik menjadi otak di balik kesuksesan brand global? Bergabunglah dengan Cyber University. Pilih jurusan Bisnis Digital dan manfaatkan program CLP 3+1 untuk mencicipi realita industri sejak bangku kuliah. Daftarkan dirimu sekarang sebagai mahasiswa baru dan jadilah profesional yang mengendalikan arah ekonomi kreatif Indonesia!
Kesimpulannya, tren live shopping adalah masa depan perdagangan dunia. Kamu bisa memilih, tetap menjadi orang yang menekan tombol “beli”, atau menjadi orang yang memastikan jutaan orang lain menekan tombol tersebut. Masa depanmu ada di tanganmu, dan Cyber University adalah tempat terbaik untuk memulainya.
Apakah kamu sudah siap berhenti jadi korban diskon dan mulai jadi penguasa pasar? Mari bergabung sekarang!
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













