Delegasi Fajar Hidayah Menghadiri Konferensi Internasional GITOMUN Turki

Delegasi Fajar Hidayah mewakili Indonesia menghadiri  Konferensi Internasional GITOMUN Turki, yang diikuti oleh 24 nergara, dan akan berlangung hingga 29 November 2024. (Foto: Dok Fajar Hidayah)

Milenianews.com, Istanbul–  Sekolah  Fajar Hidayah —  yang berlokasi di  Kota Wisata, Ciangsana, Kec. Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat —  terus mengasah wawasan global para siswanya. Pada hari Senin, 18  November 2024 delegasi Fajar Hidayah bertolak ke Turki  menghadiri konferensi internasional GITOMUN di Turki   yang diikuti oleh 24 negara dan akan berlangsung sampai tanggal  29 November 2024.

Acara ini dinamakan GITOMUN, merupakan Model United Nation atau model dari PBB Perserikatan Bangsa-bangsa. “Di  mana para siswa dari seluruh dunia diundang mengikuti kegiatan yang mencerminkan refleksi atau model dari Perserikatan Bangsa-Bangsa lengkap dengan segala komponen dan struktur yang ada di badan dunia tersebut. Dengan tujuan agar para siswa dan remaja akan merasakan langsung bagaimana suasana dan sensasi menjadi badan dunia,” kata Ketua Umum  Yayasan Fajar Hidayah, Ustadz Mirdas Eka Yora Lc, MSi, dalam rilis yang diterima Milenianews.com, Sabtu (23/11/2024).

Ia menambahkan,  “Kegiatan ini sangat penting buat membangun kesadaran dan rasa tanggung jawab generasi muda terhadap dinamika global dan segala peristiwa yang terjadi serta terus giat mengupayakan perdamaian dunia serta peduli dengan pemanasan global yang sudah memasuki tahap yang amat mengkuatirkan.”

Tim dari Indonesia yang diwakili oleh Fajar Hidayah bersama Malaysia dan Thailand terlebih dahulu mengikuti pelatihan sebelum berangkat,  tanggal 17-18 November 2024.

“Aktivitas ini juga mengantarkan para siswa pada sebuah  pemahaman baru , bahwa realita hidup global saat jni betul- betul menjadikan kehidupan antara negara-negara di dunia sudah menjadi begitu transparan dan berdekatan satu sama lain tidak ubahnya sebuah kampung kecil,” kata Mirdas.

Ia menambahkan, derasnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi serta  AI juga  makin banyaknya permasalahan global dan berbagai konflik yang sedang terjadi. “Kondisi ini memerlukan banyak sousi dan pemikiran yang kreatif dan cerdas, untuk itu perlu diasah kepekaan dan kepiawaian para generasi muda untuk menghadapi aneka tantangan  baru tersebut . Mereka harus bersenyawa dengan realita kehidupan kini dan terkini serta menyelami aneka situasi tersebut dengan cepat dan cekatan serta penuh inspirasi yang solutif,” ujarnya.

Karena itu, kata Mirdas,  amat penting bagi generasi muda untuk ikut sejak usia muda menjadi terlibat dalam mencari solusi dan memiliki konsep nyata buat perdamain dunia dan keseimbangan  ekosistem global.

“Untuk itu kegiatan GITOMUN ini menjadi sangat strategis dan signifikan pengaruhnya bagi pelajar dan generasi muda. Agar mereka juga tertarik untuk ikut bergerak dan menyuarakan aerta bahkan membuat berbagai aksi nyata yang akan mematangkan pola pikir mereka menjadi generasi lebih peduli dan berempati terhadap berbagai tantabgan kehidupan yang dihadapi masyarakat global,” kata Mirdas Eka Yora.

Dua pelajar Fajar Hidayah Siti Demelza Zirli Rangkuti dan Raisa Adeela Putri Haryuda didampingi Hayati Siregar M.Pd. “Semoga mereka mampu mengharumkan nama Indonesia dalam forum internasional Turki,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *