Milenianews.com, Bogor– Menyiapkan pendidik yang berspektif hak anak adalah agenda penting bagi Sekolah Islam Al-Iman, Bojonggede, Bogor. Al-Iman ingin hadir sebagai sekolah yang ramah dan menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak.
Sekolah yang peduli dengan pemenuhan hak anak tidak hanya terlihat dari aspek infrastruktur atau bangunannya. Hal yang jauh lebih penting adalah adanya tenaga pendidik atau guru yang memiliki perspektif hak anak.
Sebagai upaya menyiapkan guru yang memiliki perspektif hak anak, Al-Iman menggandeng Lembaga Sertifikasi Person (LSP) Asosiasi Pendidik Berpespektif Hak Anak (APBHA) untuk memberikan bimbingan teknis (Bimtek) tentang pendidikan yang berspektif hak anak kepada guru-guru Al-Iman. Kegiatan berlangsung selama dua hari (13-14 September 2024).
Selanjutnya, selama 2 hari (21-22 September 2024) pada guru yang telah mendapatkan bimtek ini kemudian dilakukan ujian kompetensi. Proses ujian dilakukan dua tahap, yaitu tes tulis dan wawancara oleh Tim Akreditasi LSP APBHA yang dipimpin oleh Bekti Prasetyani, S.Pd., M.Pd.
Baca Juga : Raker Al-Iman Islamic School Hadirkan Pakar Pendidikan
Sebelum uji kompetensi berlangsung, acara dimulai dengan pembukaan yang dihadiri pengurus yayasan Al-Iman, Tim LSP APBHA, dan panitia penyelenggara bimtek, serta seluruh peserta. Dalam sambutannya, Khairunnas yang mewakili Yayasan Perguruan Al-Iman berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal pada guru bagaimana mendidik yang berperspektif hak anak. “Para guru harus mempelajari tahapan perkembangan anak, agar bisa memberikan pola didik yang tepat sesuai usianya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Bekti Prasetyani, ketua APBHA, yang memberikan sambutan atas nama tim penguji menyampaikan tentang pentingnya pemenuhan hak anak. “Pendidikan sejatinya harus berfokus kepada kepentingan terbaik pada anak. Guru seyogyanya mendidik sesuai kebutuhan anak,” pungkasnya.