Anggi Setyawan Sumilan, Alumni UBSI yang Bantu 500+ Brand Bangun Studio Live Streaming

UBSI Alumni Padel Day

Milenianews.com, Depok – Lapangan padel menjadi ruang pertemuan bagi alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dari berbagai angkatan. Mereka datang dengan cerita karier yang berbeda.

Salah satunya Anggi Setyawan Sumilan. Alumni Broadcasting UBSI kampus Margonda angkatan 2014 itu hadir dalam UBSI Alumni Padel Day 2026 di Padelago x The Luna Depok, Sabtu (8/8).

Namun, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda olahraga. Anggi juga membawa cerita tentang perjalanan kariernya dari dunia broadcasting menuju industri digital.

Kini, Anggi menjalankan Mata Pictures Studio. Ia juga aktif sebagai konsultan brand, affiliate, dan content creator. Melalui TikTok, ia mengembangkan bisnis sekaligus membantu berbagai brand membangun ekosistem live streaming profesional.

Ilmu Broadcasting Menemukan Panggung Baru

Saat memilih jurusan Broadcasting di UBSI kampus Margonda, Anggi mempelajari berbagai kompetensi produksi televisi dan penyiaran.

Perkembangan teknologi kemudian membuka peluang baru. Media sosial menghadirkan ruang bagi kemampuan broadcasting untuk berkembang lebih luas.

Anggi melihat TikTok sebagai salah satu platform yang memiliki potensi besar. Ia pun mulai mengadaptasi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk kebutuhan konten digital.

“Waktu kuliah Broadcasting di UBSI, kita belajar semua yang ada di TV. Pas lihat TikTok, saya lihat potensi besar untuk cari market yang lebih luas. Kalau kita punya keahlian tapi enggak dipublikasikan lewat konten, orang enggak akan kenal. Saya ingin memanfaatkan ilmu broadcasting saya secara maksimal di era digital ini,” jelas Anggi.

Pengetahuan tentang kamera, pencahayaan, komunikasi, produksi konten, dan penyiaran menjadi modal penting. Anggi menggunakannya untuk mengembangkan layanan live streaming profesional.

Bantu Lebih dari 500 Brand

Perjalanan tersebut membawa Anggi masuk lebih jauh ke industri digital. Melalui akun TikTok @anggisetya, ia membantu lebih dari 500 brand besar dan sejumlah selebriti di berbagai wilayah Indonesia.

Ia membantu mereka membangun studio live streaming yang profesional. Kualitas produksi menjadi salah satu perhatian penting dalam layanan tersebut.

Bagi Anggi, live streaming bukan sekadar aktivitas menjual produk melalui siaran langsung. Produksi yang baik juga dapat meningkatkan kredibilitas sebuah brand.

Perjalanannya memperlihatkan bagaimana ilmu broadcasting tetap relevan di tengah perubahan teknologi. Kompetensi yang dahulu dekat dengan televisi kini dapat diterapkan pada ekosistem media sosial.

Baca juga: Alumni BSI Explore 2023 Bagikan Pengalaman dan Motivasi Ikutan Lagi

Alumni UBSI Perlu Saling Terhubung

Kehadiran Anggi dalam UBSI Alumni Padel Day 2026 juga menjadi kesempatan untuk kembali terhubung dengan almamater.

Ia menilai kegiatan alumni dapat membuka peluang baru. Alumni dari berbagai bidang memiliki pengalaman dan kompetensi yang dapat saling melengkapi.

“Acara ini positif banget karena kita bisa ketemu sesama alumni dan jalin silaturahmi. Setelah lulus, kita tentu butuh partner kerja sama dan sinergi antar sesama alumni maupun kampus. Harapannya UBSI semakin jaya, sukses, dan terus mengadakan kegiatan positif yang berdampak pada kreativitas dan kerja sama keluarga besar UBSI,” ujar Anggi.

Menurutnya, kegiatan alumni tidak harus selalu berlangsung dalam bentuk olahraga. UBSI juga dapat menghadirkan kegiatan kreatif dan profesional untuk mempertemukan para lulusan.

Semakin sering alumni bertemu, semakin besar pula peluang kolaborasi yang dapat muncul.

Pesan Anggi untuk Mahasiswa

Pengalaman berkarier membuat Anggi memiliki pesan bagi mahasiswa UBSI. Ia menyarankan mahasiswa memilih satu bidang yang benar-benar mereka sukai.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu menguasai semua bidang sekaligus. Fokus dapat membantu seseorang membangun keahlian secara lebih mendalam.

“Pesan saya untuk teman-teman mahasiswa UBSI, pilih satu bidang atau profesi yang paling disukai dan paling dikuasai, lalu dalami itu sampai tuntas. Lebih baik fokus pada satu materi sampai jadi ahli daripada mempelajari banyak materi tapi setengah-setengah. Waktu kuliah kalian akan jauh lebih efisien,” tegasnya.

Anggi juga pernah menjadi asisten dosen di UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan dirinya sebelum memasuki dunia profesional.

Baginya, kuliah bukan hanya tentang menyelesaikan mata kuliah dan mendapatkan ijazah. Masa tersebut juga menjadi kesempatan untuk mencoba berbagai hal dan menemukan bidang yang sesuai dengan minat.

Dari Broadcasting ke Era Digital

Perjalanan Anggi menunjukkan bahwa sebuah keahlian dapat terus berkembang mengikuti zaman. Ilmu broadcasting yang ia pelajari di bangku kuliah kini menjadi fondasi dalam mengembangkan bisnis live streaming.

Ia tidak melihat perubahan teknologi sebagai ancaman. Sebaliknya, Anggi menjadikannya peluang untuk memperluas pasar dan mengembangkan kompetensi.

Di tengah suasana UBSI Alumni Padel Day 2026, kisah tersebut kembali mengingatkan bahwa hubungan antara pendidikan dan karier tidak berhenti setelah wisuda.

“Perjalanan dari ruang kelas Broadcasting menuju dunia live streaming menunjukkan satu hal penting, bahwa keahlian tidak pernah benar-benar usang selama pemiliknya mau beradaptasi,” pungkasnya.

Bagi Anggi, lapangan padel hari itu bukan hanya tempat berolahraga. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk kembali menyapa almamater, bertukar pengalaman, dan membuka kemungkinan kolaborasi baru bersama keluarga besar UBSI.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *