Milenianews.com, Jakarta – Ada malam dimana ketika sepak bola terasa seperti drama yang sudah ditulis sejak awal. Tapi di Madrid, Kamis (12/3) dini hari WIB, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak yang datang ke Santiago Bernabéu untuk melihat duel taktik antara dua raksasa Eropa. Namun yang mereka saksikan justru satu pemain yang memutuskan mengambil alih panggung sendirian Federico Valverde.
Dalam leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League 2025–26, Real Madrid menundukkan Manchester City dengan skor telak 3-0. Tiga gol semuanya lahir dari kaki Valverde sebuah hat trick yang mungkin tidak banyak diprediksi bahkan oleh penggemar Madrid sendiri.
Baca juga: Manchester City Tumbangkan Real Madrid di Bernabeu, Masa Depan Xabi Alonso di Ujung Tanduk
Hat-trick Valverde Bawa Madrid Selangkah ke Perempat Final
Pertandingan baru berjalan 20 menit ketika Valverde mulai membuat kekacauan. Memanfaatkan serangan balik cepat, ia menerobos sisi kiri pertahanan City, melewati Nico O’Reilly, lalu mengecoh kiper Gianluigi Donnarumma sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Stadion bergemuruh, sementara lini belakang City terlihat seperti baru saja menyadari bahwa pertandingan sudah benar-benar dimulai.
Delapan menit kemudian, Valverde melakukannya lagi. Gol kedua lahir hampir tanpa basa-basi, membuat papan skor berubah menjadi 2-0. Bagi tim asuhan Pep Guardiola, situasinya mulai terasa tidak nyaman seperti datang ke pesta orang lain dan tiba-tiba disuruh membereskan meja.
Namun Valverde belum selesai. Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-42, ia melengkapi hat-trick. Menerima umpan matang dari Brahim Díaz, Valverde kembali menari di antara lini pertahanan City sebelum menaklukkan Donnarumma untuk ketiga kalinya. Skor 3-0 menutup babak pertama, sekaligus mengubah atmosfer stadion menjadi pesta kecil bagi pendukung tuan rumah.
Sementara itu, Vinícius Júnior sebenarnya sempat memiliki peluang menambah keunggulan lewat titik putih. Sayangnya, kesempatan itu terbuang. Namun dalam pertandingan yang sudah berat sebelah, kegagalan penalti tersebut terasa lebih seperti catatan kaki daripada tragedi.
Sepanjang laga, Madrid tampil agresif sejak awal. Bermain di depan publik sendiri membuat mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan menekan pertahanan City. Sebaliknya, The Citizens terlihat lebih berhati-hati bahkan cenderung pasif dengan menunggu di area pertahanan sambil mengandalkan serangan balik.
Baca juga: Mbappe Cetak 4 Gol, Real Madrid Menang Dramatis atas Olympiacos di Liga Champions
Hasil ini membuat City menghadapi misi yang tidak ringan pada leg kedua. Untuk membalikkan keadaan, mereka harus mencetak lebih dari tiga gol tanpa kebobolan jika ingin memastikan tiket ke perempat final.
Madrid mengirim pesan sederhana ke seluruh Eropa lewat malam di Bernabéu: saat Liga Champions dimulai, mereka tidak datang sekadar meramaikan. Biasanya, mereka datang untuk menguasai panggung.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.












