Milenianews.com – Siapa sangka guys, Persib Bandung yang datang dengan ambisi Asia justru pulang dari Thailand dengan koper berisi tiga gol tanpa balas. Di Stadion Dragon Solar Park, Ratchaburi, Rabu (11/2), Maung Bandung seperti tersesat di peta yang mereka gambar sendiri. Skor 0-3 di leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 bukan sekadar angka, itu alarm keras yang terdengar sampai Bandung.
Baca juga: Persib Juara Liga 1, Walikota Bandung Minta Bobotoh Tetap Tertib Dalam Perayaan Juaranya
Awal yang Pahit Bagi Maung Bandung
Laga baru berjalan empat menit, Ratchaburi sudah lebih dulu menancapkan taring. Umpan silang Jesse Curran menciptakan bola liar di kotak penalti, dan Pedro Tanausu Dominguez Placeres atau Tana menyambarnya tanpa banyak basa-basi. Teja Paku Alam tak berkutik. Gol kilat itu mengubah atmosfer pertandingan. Gol cepat itu mendongkrak kepercayaan diri tuan rumah, sementara Persib harus mengejar ketertinggalan sejak awal laga.
Ratchaburi tak tampil dominan dalam segala hal, tapi mereka efektif kata yang sederhana namun mematikan. Guilherme Negueba nyaris menggandakan keunggulan pada menit kesembilan lewat sepakan yang melebar tipis. Tekanan demi tekanan membuat lini belakang Persib bekerja ekstra, seolah tak diberi waktu untuk sekadar menarik napas.

Jalannya Pertandingan
Memasuki pertengahan babak pertama, Persib mulai menemukan ritme. Frans Putros mengancam lewat tandukan, Uilliam Barros melepaskan tiga percobaan yang ditepis kiper Kampol Pathomakkakul, sementara Luciano Guaycochea melepaskan sepakan keras yang membentur tiang sebuah peluang yang hanya menggema di hati para bobotoh. Andrew Jung pun ikut mencoba, tapi sundulannya masih belum tepat sasaran. Peluang ada, eksekusinya yang belum ramah.
Babak kedua berjalan dengan tempo lebih tinggi. Harapan belum sepenuhnya padam sampai menit ke-53 tiba. Gabriel Mutombo menyambut umpan silang Jakkaphan Kaewprom dengan sundulan jarak dekat tanpa kawalan berarti. Gol kedua itu terasa seperti pengingat di level ini, kelengahan sekecil apa pun akan dibayar mahal.
Pelatih Bojan Hodak tidak tinggal diam. Ia memasukkan Saddil Ramdani, Adam Alis, dan Sergio Castel untuk menambah daya dobrak. Serangan Persib meningkat, tetapi efektivitas tetap menjadi barang langka. Saat Maung Bandung sibuk menekan, Ratchaburi justru menemukan ruang untuk menyerang balik cepat, sederhana, dan mematikan.
Menit ke-84 menjadi penutup yang pahit. Kombinasi Jesse Curran dan Gleyson Garcia membuka celah, dan Tana kembali mencetak gol keduanya malam itu. Skor 3-0 mengunci keunggulan tuan rumah. Bahkan di masa injury time, Ratchaburi nyaris menambah derita, meski lini belakang Persib masih mampu menghalau ancaman terakhir.
Baca juga: Kevin van Kippersluis Beberkan Perannya di Persib
Hasil ini membuat langkah tim asuhan Bojan Hodak menuju perempat final kian berat. Persib wajib menang dengan selisih empat gol di leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 18 Februari mendatang, jika ingin lolos. Misi yang terdengar heroik, tapi juga realistis penuh tantangan.
Sepak bola Asia tak memberi ruang untuk sekadar tampil apik tanpa hasil. Di Dragon Solar Park, Persib belajar bahwa peluang tanpa ketajaman hanya jadi statistik. Kini, mampukah Maung Bandung membalikkan keadaan di kandang, atau ambisi itu berhenti di Thailand?
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













