Milenianews.com, Jakarta – Vietnam dan Thailand sudah mulai menunjukkan tren baik, dari penyebaran virus Corona (Covid-19) di negara masing-masing. Hal itu pun berimbas pada bergulirnya kembali liga domestik di kedua negara tersebut.
Liga Vietnam (V-League) dan Liga Thailand (Thai League 1) akan kembali menggulirkan kompetisi setelah penundaan sementara karena wabah Covid-19.
Baca Juga : Menpora Tetapkan Gelaran PON Papua Digelar Oktober Tahun Depan
V-League akan bergulir kembali pada bulan Mei

V-League akan digelar pada Mei 2020. Karantina wilayah yang diterapkan di Vietnam pun berangsur renggang. Federasi Sepak Bola Viernam (VPF), hanya tinggal menunggu izin dari pemerintah Vietnam saja untuk melanjutkan kompetisi.
Bahkan, klub Ho Chi Minh sudah menggelar latihan perdana mereka setelah dalam sepekan tidak ada kasus positif di Vietnam.
“Kami perlu melakukan latihan ini karena para pemain kami dipulangkan akibat pandemi virus corona. Mereka tetap fit, tetapi belum siap untuk berkompetisi,” kat Presiden HCM City FC, Nguyen Huu Thang.
Thai League 1 akan digelar pada September 2020

Sedangkan di Thai League 1, sama seperti V-League, Federasi Sepakbola Thailand (FAT) juga tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah untuk melanjutkan kompetisi. Namun, pertandingan akan digelar tanpa penonton.
Kepastiannya, dari hasil rapat FAT dan operator Liga, Thai League 1 akan digelar kembali pada September 2020 dan selesai Mei 2021.
Di Indonesia sendiri, kejelasan bergulirnya kompetisi liga belum dapat dipastikan, menunggu keputusan pemerintah seriring dengan kondisi Covid-19.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga tidak terpikirkan untuk menggelar laga tanpa penonton seperti permintaan sejumlah klub, salah satunya Persib Bandung.
Baca Juga : Kualifikasi Piala Dunia 2022 Ditunda sampai September
Menurut dia, kultur suporter Indonesia terlalu fanatik dan selalu memaksakan diri datang ke stadion meski ada larangan. Maka opsi tanpa penonton bukan pilihan bagi PSSI.
Jika kompetisi benar-benar dihentikan, PSSI membuka opsi untuk menggelar turnaen pengganti saat masa pandemi Covid-19 di tanah air bisa dikendalikan. (Ikok)