Milenianews.com, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengupayakan Warung Tegal (Warteg) untuk masuk ke pasar internasional melalui program Spice Up The World (SUTW).
Hal tersebut diupayakan sebab Tegal memiliki semangat wirausaha yang tinggi dan telah direncanakan akan buka di New York, Jerman dan beberapa negara timur tengah lainnya.
Baca juga : Kisah Sukses Hyundai Tembus Pasar Mobil Internasional
“Jadi Warteg ini akan kami ikut sertakan pada kegiatan ke luar negeri. Harapannya pada kunjungan berikutnya Warteg ini bisa dibuka di New York, Jerman dan banyak juga permintaan di Timur Tengah. Ini yang akan kita fasilitasi, karena Tegal ini punya semangat wirausaha yang tinggi,” imbuh Sandiaga mengutip dari Republika, Senin (12/6).
Ia menyebutkan, dengan dibukanya Warteg di luar negeri, hal tersebut tidak hanya mempromosikan kuliner Tegal saja, tapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Proses uji petik PMK3I merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang harus segera dilakukan, agar para pelaku ekonomi kreatif merasakan program.
“Kota Tegal bisa segera melakukan uji petik agar memiliki subsektor ekonomi kreatif unggulan dan subsektor penopang. Para pelaku UMKM di Tegal harus terus termotivasi untuk meningkatkan omzet dari usahanya. Mulai dari jamu, juga usaha-usaha kuliner termasuk Warteg hingga makanan olahan laut,” tutupnya.
Warteg sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang, yang dimulai pada tahun 1960 lalu saat pengelolaan infrastruktur ibu kota berjalan pesat. Banyak warga Tegal yang merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan sebagai kuli bangunan.
Baca juga : Kampus Ini Buka Peluang Karir Internasional Melalui OJT ke Luar Negeri
Di sela-sela waktu, para istri kuli yang sudah terlebih dahulu memiliki usaha warung makanan di kota Tegal, memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk bisnis, dengan menyediakan layanan kuliner di lokasi proyek.
Mereka mampu menjual produk makanan rumah dengan porsi banyak namun tetap dijual dengan harga yang murah di sekitar area proyek untuk para kuli. Hal tersebut menjadi satu stereotipe Warteg yang dikenal publik hingga menjadi bisnis yang semakin populer di berbagai kota.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.