Milenianews.com – Perusahaan AI dalam pendidikan Bahasa Indonesia, Vokal AI meluncurkan inovasi terbarunya berupa aplikasi belajar mengaji yang memanfaatkan teknologi AI bernama ngaji.ai pada Selasa (5/3) lalu.
Ngaji.ai diberikan teknologi AI yang dikembangkan oleh Vokal AI yang membuat aplikasi tersebut mampu untuk mendeteksi akurasi pelafalan bacaan Al-Quran melalui Teknologi Automatic Speech Recognition (ASR).
Sutarto Hadi, selaku Co-Founder Ngaji.ai memaparkan bahwa latar belakang dibuatnya aplikasi tersebut ialah warga Indonesia yang dominan muslim yang tentu memiliki pandangan bahwa kemampuan membaca Al-Quran penting untuk dimiliki setiap orang. Ngaji.ai disebut sebagai salah satu alternatif lain selain memanggil guru ngaji atau mendaftarkan anak ke TPA/TPQ.
“Selama ini, orang tua biasanya memanggil guru untuk belajar ngaji di rumah atau mendaftarkan anaknya ke TPA/TPQ dan jarang ada pilihan lain. Ada juga keinginan memperdalam kemampuan membaca Al-Quran sebagai orang dewasa, namun ada rasa malu dan enggan untuk belajar lagi dari guru,” ungkap Sutarto melalui pres rilis yang diberikan pada Rabu (6/3) kemarin.
Pembelajaran menggunakan Ngaji.ai menerapkan Scoring System, di mana pengguna akan mendapatkan nilai ketika menyelesaikan materi belajar dan mengerjakan latihan. Terdapat 3 level di dalam aplikasi, yaitu pemula, menengah dan mahir yang diukur berdasarkan total skor yag dikumpulkan.
Selain itu, terdapat fitur lain seperti jadwal shalat berdasarkan lokasi dengan notifikasi waktu shalat dan berbuka, serta mengetahui arah kiblat dengan koordinat yang tepat. Jika ingin tadarus, fitur ASR pada menu tadarus dapat mendeteksi kelancaran pengguna.
Fitur exam juga dapat memastikan pengguna sudah menguasai materi dengan tepat atau masih ada area yang perlu diperbaiki. Fitur rekomendasi ayat setiap hari untuk pendalaman ayat di bulan Ramadhan juga tersedia bagi pengguna.
Baca juga: OpenAI Bilang Elon Musk Mau “Kuasa Penuh” Perusahaan
Martijn Enter, Founder Vokal AI menjelaskan bawah aplikasi Ngaji.AI dikembangkan sejak tahun 2020 lalu dengan menggunakan teknologi yang dikembangkan bersama para ahli asal Indonesia dan Belanda di bidang data collection, materi pembelajaran ngaji, IT dan machine learning.
“Masa depan AI di dunia pendidikan Indonesia memiliki potensi yang besar sekali untuk kemajuan dan transformasi. AI dapat menyesuaikan pengalaman belajar berdasarkan kebutuhan masing-masing pelajar dan gaya belajar,” jelas Martijn.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews