Milenianews.com, Depok – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadirkan kembali program Visiting & Sharing University 2025 dengan tema “Building Business Innovation Based on Technology in the Era of AI and Digital Business” yang diselenggarakan di Gedung Kampus UNM kampus Margonda, Depok pada Sabtu (22/11). Acara ini menghadirkan Bey Arief Budiman AVP Product & Partnership Jatis Mobile TBK sekaligus Ketua Harian Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI).
AI Tumbuh Pesat, Bisnis Harus Bergerak Cepat
Bey Arief membuka percakapan dengan menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia sedang berada pada fase percepatan yang luar biasa.
“Teknologi AI sekarang sangat masif dan cepat. Dunia bisnis juga maunya hasil cepat dengan impact yang besar,” Kata Bey, dalam wawancara selepas acara.
Baca juga : Job Fair JIF 2025 UNM Jadi Gerbang Talenta Digital Masa Depan
Menurutnya, tools berbasis AI semakin banyak dan mudah diakses. Tantangannya kini bukan lagi kemampuan teknologinya melainkan kesiapan bisnis dalam memanfaatkannya. Bey menekankan bahwa adopsi AI harus selaras dengan kebutuhan serta regulasi nasional.
Tantangan Utama Penerapan AI
Saat ditanya soal tantangan utama penerapan AI, Bey Arief menjelaskan bahwa persoalan sebenarnya bukan pada teknologinya, tetapi pada budaya kerja perusahaan yang masih sulit beradaptasi.
“Perusahaan yang sudah lama berjalan biasanya sulit berubah. Jadi implementasi AI harus dimulai dari divisi yang kecil dulu. Kalau sudah berhasil, baru masuk ke core bisnisnya,” jelasnya.
menurutnya, Transformasi digital tidak bisa dipaksakan sekaligus. Bisnis perlu melakukan penyesuaian bertahap agar perubahan tidak menimbulkan resistansi.
AI Hadir untuk Efisiensi, Bukan Menggantikan Peran Manusia
Dalam membahas strategi kemitraan dan produk, Bey menjelaskan bahwa AI justru membuka peluang bisnis untuk membangun produk yang lebih efisien dan hemat biaya.
“AI membantu kita bikin produk lebih baik dengan biaya produksi lebih rendah. Bahkan sampai level eksekusi, AI bisa bantu bisnis bergerak lebih cepat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan yang mampu memadukan AI dengan proses bisnis akan memiliki keunggulan kompetitif yang besar dalam beberapa tahun ke depan.
Pesan untuk Mahasiswa: Mulai dari Hal Paling Sederhana
Ketika ditanya tips untuk mahasiswa yang ingin berkecimpung di dunia AI atau digital business namun masih merasa kurang percaya diri, Bey memberikan pesan yang sederhana namun penting.
“Latih terus. Pelajari teknologi dari sosial media seperti TikTok. Lalu coba implementasikan dalam kasus sederhana di sekitar kamu,” ujarnya.
Baca juga: Inovasi Bisnis di Era AI, CEO No Limit Indonesia Bagikan Kunci Sukses Startup kepada Mahasiswa UNM
Bey menekankan bahwa belajar AI tidak harus dimulai dari proyek besar. Justru latihan pada masalah kecil sehari-harilah yang membuat seseorang lebih cepat memahami pola pikir digital. Ia menegaskan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi melalui platform apa pun, dan mulai mengaplikasikan AI dari kasus-kasus sederhana.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













