News  

Trans Beken: Oase Baru di Tengah Macetnya Bekasi

Trans Beken

Milenianews.com, Bekasi – Pagi hari di jalan raya Bekasi, identik dengan macet. Deretan motor, mobil, dan angkot berjalan pelan seperti antrean panjang tanpa ujung. Klakson bersahut-sahutan, seolah jadi alarm kedua setelah jam weker di rumah. Bangun pagi di kota ini berarti siap bertarung, setidaknya untuk sampai kantor tepat waktu.

Namun, beberapa minggu terakhir, ada “oase di tengah kemacetan” yang mulai jadi perbincangan warga Bekasi. Trans Beken (Trans Bekasi Keren) hadir sebagai layanan transportasi baru yang perlahan mencuri perhatian para pengguna jalan. Bus ini resmi beroperasi untuk memudahkan perjalanan sehari-hari warga Bekasi.

Baca juga: Dulu Naik TransJakarta Hemat, Sekarang Harus Siap Hemat Lagi!

Trans Beken melayani rute dari Terminal Bekasi hingga Harapan Indah dengan total 47 titik pemberhentian,  sepanjang lintasan sekitar 30,1 kilometer. Saat menuju Harapan Indah, bus melintasi jalan-jalan yang sudah tak asing bagi warga, mulai dari Bulak Kapal, Jalan Chairil Anwar, Cut Mutia, Ahmad Yani, Sudirman, Sultan Agung, hingga sampai di tujuan.

Di arah sebaliknya, perjalanan kembali ke Terminal Bekasi membawa penumpang melewati Jalan Sultan Agung, Pemkot Bekasi, Stasiun Bekasi, Lapangan Multiguna, sebelum kembali ke titik awal. Dengan rute ini, Trans Beken berusaha menjadi pilihan praktis bagi warga yang setiap hari menavigasi padatnya jalanan kota.

Armda ini beroperasi setiap hari dari pagi sampai malam, kurang lebih pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.

Murah, Nyaman, dan Terjangkau

Selama masa awal operasional, warga bisa mencoba Trans Beken secara gratis untuk merasakan langsung manfaatnya. Tawaran gratis ini bukan sekadar kata, tapi nyata terasa di kantong, terutama bagi mereka yang setiap hari bolak-balik Bekasi-Jakarta. Bayangkan saja, biaya perjalanan dengan kendaraan pribadi yang biasanya cukup besar, kini bisa ditekan berkat pilihan transportasi yang lebih ramah di kantong.

Namun, mulai 1 Maret 2026, perjalanan dengan bus kota di Bekasi tak lagi gratis. Pemerintah Kota Bekasi resmi memberlakukan tarif layanan. Rute Terminal Induk Bekasi–Harapan Indah (PP), penumpang Trans Beken hanya membayar Rp4.500 per orang. Sementara, Trans Patriot di rute Summarecon Bekasi–Vida tarifnya Rp6.000.

Meski sudah berbayar, tarif ini tetap tergolong murah karena masih mendapatkan subsidi dari APBD 2026 sebesar Rp 9 miliar.

Dana itu digunakan untuk memastikan operasional kedua moda transportasi massal ini berjalan lancar, sehingga warga tetap bisa menikmati perjalanan yang nyaman tanpa terbebani biaya tinggi.

Tidak Semua Orang Gembira

Tak semua pihak menyambut Trans Beken dengan antusias. Ratusan sopir angkot, misalnya, menyimpan kekhawatiran tersendiri. Bagi mereka, bus baru ini dianggap mengancam penghasilan karena beberapa jalurnya bersinggungan dengan rute angkot yang selama ini menjadi sumber nafkah sehari-hari.

Kehadiran Trans Beken, meski menghadirkan kemudahan bagi warga, juga menimbulkan dilema bagi mereka yang hidup dari jalanan kota.

Ketidakpuasan itu memuncak menjadi demo kecil di jalan Ahmad Yani. Ratusan sopir angkot berkumpul, wajah mereka menegaskan kekhawatiran yang tak bisa disembunyikan. Mereka tidak menolak perubahan begitu saja, tapi di mata mereka tergambar satu pertanyaan besar, “Bagaimana kami cari nafkah?”.

Bising klakson dan asap yang menyelimuti jalan membuat kekhawatiran itu terlihat nyata. Trans Beken memang menawarkan kenyamanan, tapi di balik itu semua, terdapat wajah-wajah yang masih bergantung pada rute-rute lama untuk mencari nafkah dan menanggung harapan keluarga setiap harinya.

Baca juga: Meminimalkan Risiko Polusi dengan Mengkampanyekan Transportasi Umum

Meski jalanan di Bekasi masih penuh klakson dan kemacetan, Trans Beken perlahan memberi warna baru bagi perjalanan warga. Beberapa tersenyum lega karena perjalanan lebih nyaman, sebagian masih menatap cemas karena rutinitas mereka terdampak.

Di tengah hiruk-pikuk itu, muncul pertanyaan yang menggantung di udara, “Bisakah kota ini menemukan keseimbangan antara kemudahan warga dan kehidupan orang-orang yang sehari-hari bergantung pada jalanan?”

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *