Milenianews.com, Jakarta – Dunia bergerak lebih cepat dari notifikasi di layar ponsel. Informasi menyebar dalam delapan menit, bahkan delapan detik. Namun di tengah derasnya arus itu, banyak anak muda justru kehilangan ruang untuk berhenti dan bertanya: apa yang benar-benar tersisa setelah semuanya berlalu?
Kegelisahan itulah yang mendorong Sampoerna University kembali menggelar TEDxSampoerna University 2026 pada 7 Maret mendatang di Taman Ismail Marzuki. Melalui tema “AfterAll: What Remains Beneath”, panitia ingin mengajak generasi muda merefleksikan diri di tengah percepatan teknologi dan media sosial.
Nathanael Aaron, Project Leader TEDxSampoerna University 2026, menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari diskusi sederhana yang kemudian berkembang menjadi kegelisahan kolektif.
“Mungkin ide AfterAll: What Remains Beneath ini datang dari diskusi awal aku dengan partnerku, James, juga di Sampoerna University. Because kita sebagai anak muda melihat banyak sekali teknologi yang berkembang sekarang, dan social media juga sangat rapidly berkembang, membuat informasi itu bisa spread sangat jauh dalam 8 menit, 8 detik,” ujar Nathanael saat konferensi pers.
Ia menambahkan, karena itulah timnya ingin menghadirkan TEDx sebagai titik refleksi, bukan sekadar panggung inspirasi. “Dari situ kita ingin membawa bahwa theme ini menjadi reflective point. Jadi ketika tokoh-tokoh inspiratif deliver their talk, audiens bisa melihatnya sebagai titik refleksi, lalu mendapatkan insight baru yang bisa dipakai untuk menemukan jati diri mereka,” lanjutnya.
Baca juga: Bawa Inovasi Ramah Lingkungan, Mahasiswa Sampoerna University Tampil di IVS Kyoto 2025
Beneath Idea, Beneath Action, Beneath Expression
Untuk memperdalam makna tema tersebut, panitia membingkai acara dalam tiga benang merah: Beneath Idea, Beneath Action, dan Beneath Expression. Pertama, peserta diajak menggali ide di balik sebuah gagasan besar. Kemudian, mereka melihat bagaimana ide itu berubah menjadi tindakan nyata. Terakhir, mereka memahami bagaimana seseorang mengekspresikan nilai yang ia yakini.
Dengan pendekatan ini, TEDxSampoerna University 2026 tidak hanya menyajikan cerita sukses. Sebaliknya, forum ini membuka proses, keraguan, dan perjalanan panjang di baliknya.

Hadirkan Tokoh Lintas Industri
Untuk memperkaya perspektif, panitia menghadirkan delapan pembicara dari berbagai bidang. Di antaranya Edward Tirtanata, CEO & Founder Kopi Kenangan; Matthew Ardian, CMO Fore Coffee; Marshall Pribadi, CEO & Founder PrivyID; serta sutradara film Naya Anindita.
Sementara itu, Co-Founder Bumiterra, Tara Susanto, menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat tentang pilihan hidup. “Saya harap teman-teman itu bisa walk out merasa lebih inspired untuk memilih pilihan-pilihan yang bisa memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia bahkan menekankan bahwa tindakan paling radikal saat ini bukan selalu menciptakan sesuatu yang baru. “The most radical thing you can do for the world right now is not to create new technology, not to create some new business idea. The most radical thing you can do is to be kind, to do good for others, memilih jalan yang mungkin lebih susah, but choose kindness always,” tegas Tara.
Baca juga: Sampoerna University Luncurkan MBA Dual-Degree
Lebih dari Sekadar Event
Tiket presale dijual seharga Rp95 ribu. Namun nilai yang ditawarkan jauh melampaui angka tersebut. Sebab pada akhirnya, TEDxSampoerna University 2026 bukan hanya tentang duduk dan mendengar. Forum ini tentang pulang dengan perspektif baru.
Karena itu, di tengah kegaduhan masa depan yang terasa semakin bising, mungkin inilah saat yang tepat untuk berhenti sejenak. Bukan untuk melawan kecepatan zaman, tetapi untuk memahami apa yang benar-benar tersisa di baliknya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













