Milenianews.com, Probolinggo– Baitul Maal Hidayatullah (BMH) meresmikan sumur bor titik ke-249 di Jawa Timur sebagai bagian dari layanan mendasar bagi umat berupa akses air bersih. Program ini berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Jl. Raya Bantaran No. 39, Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, baru-baru ini.
BMH merealisasikan program air bersih ini sebagai amanah dari PT. Landasindo Sahu Baruna Jaya yang berkolaborasi menghadirkan solusi kebutuhan air bagi pesantren. Sebanyak 200 santri dan pengurus kini merasakan manfaat langsung dari hadirnya sumur bor tersebut.
Sebelum pembangunan sumur bor, pesantren menghadapi keterbatasan air bersih karena sumur tradisional memiliki debit kecil. Saat musim kemarau, air sering menyusut bahkan mati sehingga aktivitas harian santri dan pengurus kerap terhambat.
Kebutuhan Mendasar
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Arifin, K.H. Mohammad Wafi Thobroni, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. “Terima kasih kepada BMH dan mitra, yakni PT. Landasindo Sahu Baruna Jaya yang memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar kami, air bersih,” ungkapnya.
Baca Juga : Sumur Bor Ke-247 BMH Mengalir di Gresik, Air Bersih Perkuat Kesehatan 250 Jiwa Pesantren Tholaburridho
Ia menyebut kehadiran sumur bor menjadi nikmat besar karena kebutuhan air sebelumnya sering tidak mencukupi, terutama pada musim kemarau. Ia berharap bantuan ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan pihak perusahaan.
Salah satu santri, Siddiq, menyampaikan kebahagiaannya setelah sumur bor berfungsi. Ia merasakan aliran air lebih lancar sehingga kebutuhan mandi dan wudhu menjadi lebih nyaman.

Fondasi Penting Kesehatan
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa kolaborasi lembaga dan perusahaan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menyatakan bahwa air bersih menjadi fondasi penting bagi kesehatan, kebersihan, dan kelancaran aktivitas pendidikan di pesantren.
Program sumur bor ini memberi dampak signifikan dengan terpenuhinya kebutuhan air bersih secara stabil bagi 200 santri dan pengurus pesantren. Aktivitas ibadah, belajar, serta kebutuhan dapur pesantren kini berjalan lebih optimal tanpa kekhawatiran kekurangan air.
BMH terus menghadirkan layanan dasar bagi umat melalui pembangunan titik air bersih di berbagai daerah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat melalui akses air bersih yang layak.













