Sekolah di Jakarta Sudah Mulai Uji Coba Kelas Tatap Muka

Uji coba sekolah belajar tatap muka

Milenianews.com, Jakarta – Sudah setahun berlalu pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Datangnya pandemi tersebut, membuat aktivitas keseharian masyarakat sangat terbatas. Tak terkecuali kegiatan belajar mengajar para siswa/i sekolah. Harus melangsungkan pembelajaran daring dan menutup kelas tatap muka.

Setahun berlalu, tepatnya di bulan Februari, vaksin untuk memutus penyebaran COVID-19 hadir. Selama masa distribusi vaksinasi tersebut, sudah dilakukan ke beberapa golongan masyarakat sebagai prioritas.

Baca Juga : KBM Tatap Muka di Sekolah Masih akan Tutup pada Januari 2021

Target dari Kemendikbud, yang ingin membuka kelas tatap muka pada Juli mendatang, membuat tenaga-tenaga pendidik mendapat vaksinasi prioritas.

Uji coba kelas tatap muka di Jakarta Selatan

Di Jakarta Selatan, saat ini ada sekitar 25 sekolah yang melaksanakan uji coba sekolah tatap muka. Uji coba dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Mengutip Antara, Rabu (7/4) salah satu sekolah yang jadi tempat uji coba adalah SMKN 15 Jakarta, di jln. Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan ini mulai pada pukul 07.00 WIB.

Menurut Plt Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengatakan, siswa yang hadir sebanyak 112 orang. Sisanya 486 belajar daring di rumahnya masing-masing.

Sementara itu, satu kelasnya hanya ada 10-15 orang pelajar. Jumlah tersebut sekitar 50 persen dari kapasitas kelas dengan tempat duduk yang diatur berjarak.

“Protokol kesehatan bagus, berjalan dengan baik. Semoga kasus COVID semakin turun dan belajar tatap muka bisa terus berlangsung,” kata Isnawa, Rabu (7/4).

Uji coba kelas tatap muka di Jakarta Pusat ada di 10 Sekolah

Sedangkan di Jakarta Pusat, ada 10 sekolah dari jenjang Sekolah Dasar sampai menengah atas. Menurut Wali kota Dhany Sukma, kesepeluh sekolah tersebut menjadi percontohan dalam uji coba kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Nantinya akan diterapkan dari segi protokol kesehatan di sekolah lainnya,” kata Dhany.

Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Kembali Buka Juli 2021

10 sekolah tersebut yakni SDN Cideng 07, SDN Petojo Utara 05 Gambir, SMKN 16 Jakarta. Lalu ada SMKN 2 Jakarta, Sekolah PKBM Negeri 01 Kebon Kosong, SMP Mahatma Gandi School Sawah Besar. Ada juga SDN Kenari 08, SDN Rawasari 05 Pagi, SMKN 44 Kemayoran dan SMA Gandhi School Kemayoran.

“Di dalam kelas tidak terlalu banyak, rata-rata hanya 9 orang dari setiap kelas. Sisanya belajar melalui daring,” jelasnya.(Rifqi Firdaus)

Respon (17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *