Milenianews.com, Sumenep– Di tengah desiran angin laut dan deburan ombak, sebuah bangunan sederhana berdiri kokoh di Pulau Sabuntan, kepulauan terluar di ujung timur Jawa Timur. Bukan sekadar bangunan biasa, ini adalah Rumah Qur’an Wahab Mansoer, oase ilmu bagi 32 anak Suku Bajoe yang haus akan pendidikan agama.
Senyum Ust. Moh. Rijalul Ulum Al-Hafidz, pengasuh Rumah Qur’an, merekah lebar. “Alhamdulillah, wakaf bangunan dari Keluarga Besar Wahab Mansoer ini adalah berkah tak terhingga. Anak-anak di sini kini punya tempat yang layak untuk belajar Al-Qur’an,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pulau Sabuntan, yang terletak di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, memang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Namun, semangat belajar anak-anak Suku Bajoe tak pernah padam. Mereka rela berjalan kaki berkilo-kilometer demi menuntut ilmu agama.
Baca Juga :
Air Mengalir, Kebahagiaan Memancar: Sumur Bor BMH Ubah Hidup Santri Pondok Miftahul Ulum Bojonegoro
Kehadiran Rumah Qur’an Wahab Mansoer, yang diresmikan pada 25 Juli 2024, menjadi jawaban atas doa dan harapan mereka. Bangunan ini tak hanya menyediakan ruang belajar yang nyaman, tapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar.
Imam Muslim, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Ini adalah bukti nyata bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya, bahkan di pelosok negeri sekalipun,” ujarnya dalam rilis yang diterima Milenianews.com, Kamis (25/7/24).
BMH, sebagai mitra Keluarga Besar Wahab Mansoer dalam mewujudkan Rumah Qur’an ini, berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pendidikan agama di wilayah kepulauan terluar.
Baca Juga : Karya Agung Motor Trenggalek dan BMH Hadirkan Senyum Bahagia Anak Yatim
Bagi anak-anak Suku Bajoe, Rumah Qur’an Wahab Mansoer adalah lebih dari sekadar tempat belajar. Ini adalah tempat mereka menemukan jati diri, menumbuhkan karakter, dan meraih mimpi-mimpi besar.
“Di sini, mereka bukan hanya menghafal Al-Qur’an, tapi juga belajar tentang kehidupan, tentang berbagi, dan tentang menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” tutup Muslim.