News  

Rusuh SARA di India, Hilangnya Spirit Mahatma Ghandi

Spirit Mahatma Ghandi Hilang

Milenianews.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Gutteres menyampaikan keprihatinannya saat mengunjungi India atas kerusuhan SARA yang baru saja terjadi disana.

Ia menyebut, bahwa spirit Mahatma Ghandi harus ditambah dan dibutuhkan, untuk menciptakan kondisi rekonsiliasi antara umat beragama di India. Terutama Muslim dan Hindu.

“Sekretaris Jenderal telah mengikuti situasi di India dan, mengenai kekerasan itu secara dekat dan sedih dengan laporan kematian yang telah kita saksikan selama beberapa hari terakhir di New Delhi. Kami kembali menegaskan, seperti yang dia lakukan di tempat lain, seruannya agar pengekangan maksimum dan agar kekerasan dihindari,” kata Gutteres, melalui jubirnya, Stephane Dujarric dikutip India Times, Senin (2/3).

Menurutnya, Gutteres memperhatikan dengan cermat situasi di New Delhi. “Para demonstran harus diizinkan untuk berdemonstrasi secara damai dan pasukan keamanan harus menunjukkan pengekangan (pengawalan),” katanya seolah menyebut, polisi India kurang tanggap menghalau pergerakan massa demonstran.

Lolosnya UU CAB oleh Perdana Menteri Nahendra Modi

Foto : Kepolisian New Delhi terlihat sedang menjaga ketat masjid-masjid di wilayah kerusuhan terjadi.

Korban tewas dilaporkan mencapai 42 orang. Kerusuhan yang terjadi hampir sepekan tersebut, terlihat, perlahan-lahan kedamaian menyelimuti sisi timur laut New Delhi (tempat lokasi terjadinya kerusuhan).

Pada Jumat (28/2), toko-toko dan kantor sudah buka kembali. Banyak orang yang sudah memulai aktivitas mereka seperti biasa lagi.

Namun, kondisi tersebut tak bisa membuat ratusan korban yang kehilangan rumah, bisnis, maupun kendaraan mereka yang hancur karena gerombolan yang mengamuk, mendapatkan semuanya.

Polisi Delhi, yang dikecam karena ketidakmampuan mereka mengendalikan kerusuhan, sekarang, menjaga ketat masjid-masjid terutama saat shalat Jumat.

Kerusuhan SARA ini, pecah saat Undang-undang Citizenship Amendment Bill (UU CAB) diloloskan perdana menteri India, Nahendra Modi.

Baca Juga : Agenda Supremasi Hindu, Penyebab Kerusuhan SARA di India

UU CAB sendiri isinya memuat bahwa warga non-muslim (Hindu) asal Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan yang masuk ke India secara ilegal, bisa mendapatkan kewarganegaraannya.

Bagi warga Muslim India, UU tersebut memungkinkan mereka kehilangan kewarganegaraannya tanpa alasan. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *