Milenianews.com, Jakarta – Kasus rasisme yang terjadi terhadap sekumpulan mahasiswa/i Papua di Surabaya telah memicu kemarahan warga Papua sendiri.
Aksi tersebut terjadi saat perayaan hari kemerdekaan RI ke-74, yang dilakukan oknum terhadap para mahasiswa/i.
Sontak kejadian tersebut menyebar ke seantero negeri, dengan pembahasan yang umum. Bahkan di Papua sendiri banyak terjadi aksi demonstrasi terkait respon yang diberikan atas kasus yang terjadi.
Hal tersebut juga yang mendorong Komisioner Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (KT HAM PBB) akan mendatangi Papua guna meninjau situasi terkini disana.
Baca Juga : Resmi, Keputusan Final Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan
Diberitakan CNN, Rabu (28/08), PBB masih belum menentukan tanggal pasti kunjungan tersebut. “Mengenai akses, kami masih mendiskusikan tanggal dengan pemerintah,” ujar wakil jubir kantor KT HAM PBB, dikutip CNN, Rabu (28/08).
Mahmoud Abbas Kecam AS
Di sisi lain, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam AS karena menghapus Palestina dari dalam situs resmi pemerintahannya di PBB.
Presiden Mahmoud Abbas mengecam Amerika Serikat karena menghapus Palestina dari daftar negara-negara dalam situs resmi pemerintahannya.
Baca Juga : Jokowi Sebut Alasan Pemindahan Ibukota Negara, Minim Bencana
Melalui pernyataan, juru bicara Kantor Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh, mengatakan keputusan itu menggambarkan kemunduran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kebijakan luar negeri Amerika.
Sumber : CNN