Milenianews.com, Jakarta– Majelis Ekonomi Syariah Nusantara, Iqtishad Consulting dan Forum Pakar Akuntansi Syariah, mengadakan live webinar secara online di platform zoom meeting dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Senin (17/3/2025). Acara yang merupakan bagian dari Program Ramadhan Iqtishad Consulting itu menghadirkan 10 pembicara yang terdiri dari ulama dan profesor.
Para pembicara dalam acara ini, adalah para professor dari banyak perguruan tinggi se-Indonesia. Mereka adalah:
- Prof. Dr. Achmad Khalik, MA. (Guru Besar Ilmu Sosiologi Hukum Islam IAIN Cirebon)
- Ass. Prof. Agustianto Mingka, MA. (Presiden Direktur PT. Iqtishad Consulting Indonesia, Ketua Bidang IAEI)
- Prof. Dr. Adang Jumhur, M.Ag. (Wakil Ketua Persatuan Ummat Islam (PUI))
- Prof. Dr. Achyar Zein, M.Ag. (Guru Besar Ilmu Fiqih Modern UIN Sumut)
- Prof. Dr. Itang Fauzi, M.Ag. (Guru Besar Ekonomi Islam UIN SMH Banten)
- Prof. Dr. Achmad Khairuddin, M.Ag. (Rektor UM Banjarmasin)
- Prof. Dr. Makrum Khalil, M.Ag. (Guru Besar UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan)
- Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. (Wakil Rektor 1 UIN Sumut)
- Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag. (Guru Besar Ilmu Filsafat UIN Sunan Ampel)
- Bambang Widi Astono (Penemu Metode Limaoen)
”Peristiwa Nuzulul Qur’an ini sangat penting dan menjadi tonggak sejarah Islam dalam menuju cahaya yang terang. Nuzulul Qur’an adalah mukjizat yang super dahsyat yang langsung diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang kemudian diamalkan oleh umat manusia yaitu umatnya,” kata Presiden Direktur PT. Iqtishad Consulting Indonesia Ass. Prof. Agustianto Mingka, seperti dikutip dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Ia menambahkan, cara ini diikuti sekitar 400 peserta yang mendaftar. Sehingga, Iqtishad Consulting sebagai penyelenggara utama menyediakan fasilitas streamingYoutube untuk diikuti.
Selain itu, di balik kesuksesan dalam pelaksanaan Nuzulul Qur’an ini mendapatkan dukungan dan sponsorship dari Bank BSI dan Rumah Makan Wong Solo Halalan Thayyiban
“Iqtishad Consulting berharap acara peringatan ini dapat diagendakan kembali di Istana Negara pada tahun selanjutnya sebagaimana dulu pernah diadakan oleh Presiden Soeharto,” kata Prof. Agustianto Mingka.