Milenianews.com, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan data kasus campak pada tahun 2019 naik sebanyak tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
Hal itu didapat dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan kenaikan angka pada tiga bulan pertama tahun 2019.
Sementara PBB menyatakan wilayah Afrika merupakan daerah yang paling besar mengalami kenaikan, yakni sebanyak 700 %. “Jumlah ini mungkin bisa jauh lebih besar sacara aktual nya. Karena hanya 1 dari 10 kasus yang dilaporkan secara global,” kata PBB dimuat rengganitimes.com pada Selasa (16/04).
Campak Merupakan Penyakit Virus Sangat Menular
Campak merupakan penyakit virus yang menular. Bahkan bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah.
PBB juga mengatakan banyak dari anak-anak muda yang terkena wabahnya, tidak sedikit dari mereka yang meninggal dunia akibat campak.
Baca Juga : Antusias Pemilih Pemula Pada Pemilu Serentak 2019
Negara Terparah Terkena Campak
Diantara negara-negara yang terburuk alami wabah ini adalah Ukraina, Madagaskar dan India. Dimana ditemukan puluhan ribu kasus campak yang dilaporkan.
“Ukraina, Madagaskar dan India adalah negara yang terburuk terkena penyakit ini, dengan puluhan ribu kasus yang dilaporkan per juta orang,” tambah PBB.
Selain itu, wabah juga merambak Brasil, Pakistan dan Yaman. PBB mengatakan penyakit ini sepenuhnya bisa dicegah dengan vaksin yang tepat.
Baca Juga : Alasan Generasi Milenial Harus Gunakan Hak Pilihnya
Campak banyak menyerang anak-anak muda bahkan menyebabkan banyak kematian. PBB juga menambahkan cakupan imunisasi pertama telah terhenti pada angka 85 persen. Sementara masih kurang 10 persen lagi untuk mencegah campak.
Sumber : Rengganitimes.com