Milenianews.com, Jakarta – Bersalaman menjadi tradisi umat muslim saat hari Raya Idul Fitri dengan tujuan untuk tetap jalin tali silaturahim. Akan tetapi Idul Fitri 1441 H akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri di tengah masa pandemi COVID-19 yang belum juga mereda.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat muslim untuk tidak melakukan tradisi berjabat tangan saat hari Raya Idul Fitri nanti.
Baca Juga : Tata Cara Salat Idul Fitri di Rumah
Gunakan media sosial sebagai pengganti bersalaman untuk menjalin silturahim dengan kerabat

Sekretaris Jendral MUI Anwar Abbas mengatakan bersalaman tradisi berjabat tangan memang dianjurkan dalam Islam. Namun dalam situasi dan kondisi saat ini tidak disarankan untuk melakukan tradisi baik tersebut.
Islam mengajarkan berjabat tangan dianjurkan untuk menjalin silaturahim. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Bila ada dua orang muslim yang bertemu lalu mereka berjabat tangan maka dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah”. HR. Abu Daud.
Meski bersalaman merupakan perbuatan baik dan terpuji, akan tetapi di masa pandemi COVID-19 ini dianjurkan untuk tidak melakukannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Karena Kami mengimbau kepada umat muslim untuk mengedepankan usaha menjaga dan melindungi diri kita masing-masing agar tidak jatuh ke dalam hal-hal yang akan membahayakan kesehatan dan jiwa kita,” kata Abbas.
MUI juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan acara saling berkunjung setelah selesai melaksanakan salat Idul Fitri, seperti kebiasaan yang dilakukan pada umumnya.Karena sedang pandemi COVID-19 akan sangat berisiko tinggi.
“Dalam agama Islam juga diajarkan untuk menjaga diri agar tidak jatuh ke dalam bencana dan malapetaka hal ini hukumnya wajib, sementara berjabat tangan hukumnya sunnah,” ujarnya.
Baca Juga : Pengrajin di Yogyakarta Ciptakan Kue Lebaran Bermotif Virus Corona
Abbas menyarankan agar umat muslim tetap menjalin tali silaturahim dengan cara bermaafan melalui telepon, pesan singkat, WAG, video call atau media sosial lainnya.
-Semoga kita semua tetap dapat memaknai hari yang Fitri nanti, untuk tetap menjaga dan jalin persaudaraan dan silahturahim-. (Umi)