Menkomdigi Bakal Pastikan Koneksi Internet di Aceh Bisa Pulih Sebelum Awal Tahun 2026

Menkomdigi

Milenianews.com, Jakarta – Konektivitas internet di Aceh yang sempat terganggu akibat bencana banjir perlahan mulai kembali normal. Pemerintah memastikan bahwa jaringan internet dan layanan seluler di wilayah tersebut ditargetkan pulih sebelum pergantian tahun menuju 2026. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi RI) Meutya Viada Hafid saat meninjau daerah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca juga: Menkomdigi Harapkan Dampak Ekonomi Dari Pusat Data Microsoft 

“Untuk kami, tugas kami adalah memastikan koneksi internet kembali, seluler kembali pulih sebelum tahun berganti,” ujar Meutya Hafid (28/12).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah, mengingat internet bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga menyangkut akses informasi, layanan publik, hingga koordinasi bantuan kemanusiaan. Presiden Prabowo Subianto pun disebut telah memberikan penugasan khusus kepada jajaran kabinet agar pemulihan berbagai sektor bisa dipercepat sebelum akhir tahun.

Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Menkomdigi meninjau langsung sejumlah menara BTS yang rusak akibat terendam banjir, khususnya di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru. Di beberapa titik, jaringan memang sudah bisa digunakan, meskipun masih mengandalkan genset dan baterai cadangan karena pasokan listrik dari PLN belum sepenuhnya stabil.

Genset menjadi andalan sementara jaringan terus dinormalkan

Kehadiran pemerintah di lapangan tidak hanya sebatas memantau infrastruktur. Menkomdigi juga ikut menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian di kompleks perkantoran Bupati Aceh Tamiang. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk perhatian bahwa pemulihan tidak hanya soal sinyal, tetapi juga tentang memastikan masyarakat bisa kembali bangkit.

Seiring berjalannya waktu, progres pemulihan jaringan menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Hingga awal Januari 2026, pemulihan infrastruktur BTS di Aceh telah mencapai sekitar 95 persen. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah sudah kembali terhubung, meskipun masih ada beberapa titik yang membutuhkan penyesuaian teknis, terutama terkait kestabilan pasokan listrik.

“Konektivitas di Aceh sudah 95 persen untuk seluruh operator dan beroperasi dengan uptime yang cukup tinggi. Kami berharap ini membantu warga tetap terhubung,” kata Meutya Hafid (5/1).

Baca juga: Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Aktor Utama Transformasi Digital 

Pemulihan ini melibatkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari operator seluler seperti Telkomsel, XL, dan Indosat, hingga lembaga penyiaran publik seperti RRI, TVRI, dan ANTARA. Kolaborasi ini menjadi kunci agar layanan komunikasi bisa kembali berjalan cepat, terutama di wilayah yang sempat terisolasi akibat bencana.

Dengan jaringan yang mulai pulih, warga Aceh kini kembali bisa menghubungi keluarga, mengakses informasi penting, serta mempermudah proses distribusi bantuan dan koordinasi antarinstansi. Target pemerintah untuk memulihkan konektivitas sebelum memasuki 2026 pun dinilai berada di jalur yang tepat, sekaligus menjadi sinyal optimisme bahwa Aceh perlahan bangkit dari dampak bencana dan kembali terhubung dengan dunia luar.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *