News  

Mengapa Beribadah Itu Terasa Begitu Berat? Ini Penyebabnya!

guru Islamic Studies SD Bina Insani, Bogor, Dr. KH. Muhammad Sudrajat M.Pd,

Milenianews.com, Bogor– Bilamana hati ini sudah merasa berat untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, seperti melaksanàkan shalat, apalagi kalau berjamaah, membaca Al-Qur’an atau yang lainnya, maka waspadalah, bisa jadi ada beberapa faktor yang menyebabkan rasa lelah untuk beribadah.

“Rasa berat untuk  beribadah kepada Allah SWT bisa disebabkan atau bersumber dari faktor internal diri sendiri dan kurangnya pemahaman agama, bukan karena syariat itu sendiri yang memberatkan,” kata guru Islamic Studies SD Bina Insani, Bogor, Dr. KH. Muhammad Sudrajat M.Pd, Jumat  (10/4/2026).

Ia menjelaskan, ada  beberapa hal yang membuat ibadah terasa berat antara lain:

Pertama, dosa dan maksiat.

“Setelah tiga minggu Ramadhan meninggalkan kita, lalu tak terasa dosa-dosa kecilpun mulai menumpuk di hati dan panca indera. Nah dosa-dosa tersebutlah yang membuat hati kita menjadi keras dan malas untuk melakukan ketaatan,” ujarnya.

Kedua, cinta dunia yang berlebihan (Wahn).

Selepas Idul Fitri aktivitas pun kembali normal. Seolah Ramadhan mengekang aktivitas duniawi kita karena memang banyak aktivitas yang dikurangi saat Ramadhan, seperti jam kerja berkurang, waktu libur bertambah terutama menjelang Lebaran dan setelahnya. Saat masa liburan berakhir, maka kita kembali terlalu fokus pada urusan duniawi sehingga membuat urusan akhirat pun terlupakan dan ibadah terasa menyita waktu untuk dilakukan,” kata Dr. Sudrajat.

Ketiga, kebiasaan buruk. “Kita suka menunda-nunda amal saleh dan membiarkan diri dalam kelalaian. Bila di bulan Ramadhan semangat ibadah kita bertambah namun setelahnya, shalat sering tidak diawal waktu, membaca Al-Qur’an terasa jemu, maunya hiburan melulu. Segeralah kita tinggalkan kebiasaan itu,” ujarnya.

Keempat, kurang ilmu agama.

“Mungkin masih banyak saudara kita yang tidak mengetahui keutamaan ibadah sehingga membuat seseorang tidak bersemangat menjalankannya,” kata Dr. Sudrajat.

Contohnya, kata dia,  melaksanakan shalat sunnah sebelum Shubuh (qobliyah) atau nama lainnya shalat sunnah Fajar. Apa Keutamaannya?

Keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh antara lain berdasarkan hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“ Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik dari dunia dan seisinya. ” (HR. Muslim no. 725)

Kelima: Berlebihan dalam beragama.

“Allah SWT tidak membebani hamba-Nya dengan ibadah yang berlebihan. Justru hadirnya syariat agama untuk memudahkan hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya melalui ibadah,” ujar Dr. Sudrajat.

Ia lalu mengutip firman Allah:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. [QS.Al-Baqarah/2:185]

Sebagai contoh berlebihan dalam beragama sebagaimana yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, seperti yang dikisahkan berikut ini:

“Ada tiga orang datang ke rumah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang ibadah beliau. Tatkala mereka sudah diberi tahu, seolah akan mereka menganggap sedikit ibadah beliau. Mereka berkata, ‘Di manakah kita bila dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal dosanya yang akan datang dan yang lalu telah diampuni’. Salah satu diantara mereka berkata, ‘Sedangkan aku shalat malam terus menerus’. Yang lain berkata, Aku berpuasa sepanjang masa dan tidak pernah berbuka’. Sedangkan yang lain lagi berkata, ‘Aku menjauhi wanita dan tidak menikah selama-lamanya’. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Kamukah orang-orang yang berkata begini dan begini? Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah SWT dan yang paling bertakwa kepadaNya di antara kamu, tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, shalat (malam) dan juga tidur serta menikah dengan wanita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *