Event, News  

Menekraf Dukung JIFFINA Guna Dorong Industri Kriya Nasional ke Pasar Global

JIFFINA

Milenianews.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) sebagai langkah nyata pemerintah dalam mendorong produk furnitur dan kriya lokal agar makin percaya diri menembus pasar internasional. Pameran ini dipandang punya peran strategis karena menjadi etalase global bagi karya kreatif Indonesia, sekaligus ruang temu langsung antara pelaku usaha dan pembeli mancanegara.

Dukungan tersebut berangkat dari besarnya potensi industri kriya sebagai salah satu subsektor unggulan ekonomi kreatif nasional. Kontribusi ekspor subsektor ini tercatat mencapai 11,1 juta dolar Amerika Serikat, angka yang menunjukkan bahwa produk kriya Indonesia punya peluang besar untuk terus naik kelas dan bersaing di pasar dunia.

Baca juga: Kemenekraf Dukung Industri Komik Tanah Air di SGCC 2025

Teuku Riefky menegaskan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini lebih fokus pada percepatan pertumbuhan pelaku usaha kreatif, bukan sekadar pembinaan awal. “Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif salah satunya karena kami lebih fokus pada akselerasi dibanding inkubasi, yakni membantu pelaku usaha naik kelas dan masuk pasar internasional,” ujar Teuku Riefky melalui keterangan resminya (26/12).

Yogyakarta dan Jawa Tengah jadi pusat gerak industri furnitur

JIFFINA sendiri dikenal sebagai pameran furnitur dan kerajinan bertaraf internasional yang rutin digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Event ini sejalan dengan peran Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai akselerator, karena membuka akses pasar global secara langsung bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di sektor furnitur dan kriya.

Pemilihan Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai sangat tepat. Dua wilayah ini merupakan sentra industri furnitur dan kriya nasional, sehingga kehadiran pameran internasional di daerah memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk ikut terlibat tanpa harus terbebani biaya tinggi. Di sisi lain, hal ini juga membuktikan bahwa pameran kelas dunia tidak selalu harus terpusat di Jakarta.

Fakta di lapangan menunjukkan minat pembeli asing untuk datang langsung ke Yogyakarta tetap tinggi. Kondisi ini sekaligus membuka jalan bagi pemerataan aktivitas ekonomi kreatif di daerah, sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis lokal dengan jangkauan global.

Direktur Utama PT Jiffina Internasional Perkasa, Yuli Sugianto, menyebut JIFFINA tidak hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga menjadi platform perdagangan dan ekspor yang menjembatani pelaku industri furnitur dan kriya dengan pembeli internasional. “JIFFINA berfungsi sebagai platform perdagangan dan ekspor, sekaligus mendorong nilai tambah melalui inovasi desain berkelanjutan dan kolaborasi dengan desainer muda,” kata Yuli Sugianto (26/12).

Inovasi desain dan kunjungan pabrik perkuat kepercayaan buyer

Baca juga: Kemenekraf Hadirkan Inovasi Digital dan Kekayaan Intelektual Lokal Dalam Karnaval Bersatu

Ia juga menambahkan bahwa JIFFINA menghadirkan berbagai program pendukung, termasuk kunjungan pabrik bagi pembeli mancanegara. Program ini dirancang untuk memperkuat kepercayaan pasar global terhadap kualitas, proses produksi, dan kapasitas industri furnitur serta kriya Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif, JIFFINA diharapkan terus menjadi pintu masuk bagi produk furnitur dan kriya lokal untuk melangkah lebih jauh ke pasar global, sekaligus membuktikan bahwa karya kreatif Indonesia punya kelas dan daya saing di tingkat dunia.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *