News  

Menata Hati Bersama A Hilman di Majelis Taklim Nurul Hidayah Babakan, Cilebut

Majelis Taklim Nurul Hidayah, Desa Babakan, Kecamatan Cilebut Barat, Kabupaten Bogor menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, dengan mengundang narasumber A Hilman, Jumat (28/11/2025). (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Bogor– Majelis Taklim  Nurul Hidayah, Desa  Babakan, Kecamatan Cilebut Barat, Kabupaten Bogor yang dipimpin oleh Dr. K.H. Muhammad Sudrajat, M.Pd.I bersama tim ibu  pengajiannya menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/11/2025).

Acara  yang mengundang narasumber A Hilman tersebut dilaksanakan setelah shalat Jum’at di lapangan  MTs. Nurul Hikmah yang berkapasitas dua ribuan jamaah.

Pas pukul dua belas  lewat tiga puluh menit acara dibuka  dengan shalawat oleh tim shalawat majelis taklim tersebut, dilanjutkan dengan pembukaan yang dipimpin oleh pemandu acara kemudian pembacaan Al-Qur’an dan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama oleh ketua panitia oleh Ibu Heni Rohaeni yang  lebih dikenal dengan Ibu Ani, Ibu Ketua RT 02/02 Babakan Masjid. Sambutan kedua oleh Ibu Hj. Susilawati,  isteri Kepala Desa Cilebut Barat mewakili pemerintah setempat dan yang terakhir  sambutan dari Pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Hidayah Babakan, Dr. K.H. Muhammad Sudrajat, M.Pd.I.

 

Pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Hidayah Babakan, Dr. KH. Miuhammad Sudrajat M.Pd.I.

Dr. Muhammad Sudrajat  mengawali sambutannya dengan  berpantun:

Naik Delman ke Cikini

Makan sekuteng bersama Bu Zakiah

A Hilman ada di sini

Gantengnya sama seperti saya

 

Naik Delman bersama Syahrini

Pergi berobat ke Pulau Seribu

Mengapa A Hilman ada di sini

Agar menjadi obat hatinya ibu-ibu

 

Mendengar pantun tersebut sontak para jamaah pun bertepuk tangan. Lalu Pimpinan Majelis Taklim menjelaskan bahwa hadirnya Ustadz Hilman Fauzi atau yang lebih dikenal dengan sebutan A Hilman yang wajahnya sering menghiasi layar salah satu televisi swasta dalam acara Menata Hati adalah terdorong dari keinginan Ibu-ibu majelis taklim yang ingin menghadirkan langsung penceramah yang sedang naik daun tersebut. Tujuannya agar materi yang  akan  disampaikan dapat menjadi obat hati bagi para jamaah yang didominasi oleh kaum hawa.

Setelah sambutan pimpinan majelis taklim tak lama pemandu acara pun memanggil A Hilman sebagai mubaligh tunggal untuk memulai tausiyahnya.

A Hilman membuka acara dengan membawakan beberapa shalawat yang kemudian diikuti oleh seluruh jamaah. Begitu syahdu suasana Tabligh Akbar saat itu walaupun sinar matahati menyengat sebagian tubuh para jamaah namun dengan lantunan shalawat bersama tersebut maka suasana pun terasa menjadi sejuk.

Ustadz Hilman menjelaskan dalam ceramahnya, bahwa setiap manusia pasti memiliki masalah, baik di keluarga maupun di luar rumah. Contoh kongkret di keluarga seperti ada yang memiliki mertua bawel, anak yang susah diatur dan lain  sebagainya. A Hilman memberikan solusi kepada para jamaah bila kita ingin hidup  bahagia dan jauh dari berbagai masalah yang membuat hati sempit maka harus memiliki kuncinya yang disimbolkan dengan lima ES.

“S pertama yang harus dimiliki adalah kita harus banyak bersyukur,” kata A Hilman.

Ia bertanya kepada jamaah apakah selama ini sudah banyak bersyukur atau banyak mengeluh. Dia analogikan, jangan sampai tetangga beli kulkas hati kita malah kedinginan atau tetangga beli kompor gas hati kita kepanasan.

A Hilman kemudian menyitir penggalan lirik lagu yang pernah dipopulerkan oleh d’Masiv pada tahun 2009 yang kemudian diikuti oleh para jamaah:

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anug’rah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

 

Kemudian ia  menjelaskan lebih rinci:  “Jangan suka membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain. Belum tentu yang dimiliki orang lain itu baik bila kita miliki. Contohnya bila kita pakai sepatu ukuran 38,  lalu kita ingin pakai sepatu nomor 40 maka apa yang akan terjadi, ‘goblag’  katanya. Begitu juga  sebaliknya bila kita pakai sepatu ukuran 40 lalu kita pakai yang ukuran 38 maka kaki kita akan ‘lecet’.”

Contoh lain yang ia  sampaikan seperti di rumah tangga, jangan suka membandingkan suami ibu-ibu dengan A Hilman. Kata A Hilman: “Mana yang lebih ganteng suami ibu-ibu apa A Hilman?” Sontak ibu-ibu menjawab: “A Hilmaaan”.

A Hilman pun bilang, “Astagfirullah  al-adzim.” “Bu yang lebih ganteng adalah suami ibu-ibu bukan saya, kenapa begitu karena  saya belum tentu …… mau sama ibu”,  katanya sambil diiringi senyum simpul dan langsung disambut riuh oleh para jamaah ibu-ibu.

S yang kedua adalah banyak bersabar. “Kenapa Allah menguji kita dengan berbagai macam ujian?”  “Tujuannya tidak lain karena Allah ingin menghapus dosa-dosa kita dan yang kedua karena Allah ingin mengangkat derajat kita,”  katanya.

S yang ketiga banyak baca shalawat. A Hilman memberikan pentingnya baca shalawat karena akan membawa dampak pada para pembacanya dengan kebaikan yang dilipatgandakan. “Selain it,  dihapuskan dosa-dosa kita dan ditingkatkan derajat kita,” ujarnya.

Ia  juga memaparkan ketika Allah SWT memerintahkan shalat tetapi Allah tidak mendirikan shalat, ketika Allah SWT perintahkan puasa tetapi Allah tidak melaksanakan puasa dan ketika Allah perintahkan haji dan umrah tetapi Allah tidak melakukan haji dan umrah.  “Sedangkan shalawat, ketika Allah SWT perintahkan shalawat, maka Allahpun bershalawat (QS. Al-Ahzab [33] : 56 ),” kata A Hilman.

Bahkan A Hilman dalam pemaparannya merasakan sendiri bagaimana kedahsyatan shalawat dalam hidupnya, beliau hidup pada masa kecilnya di panti asuhan. Namun,  berkah  mengamalkan shalawat maka pendidikan yang ia  lalui dari S1, S2, dan S3-nya semua dibiayai dari beasiswa alias gratis. Lalu ia mengajak jamaah untuk melantunkan shalawat tibbil qulub.

S yang keempat dan kelima perbanyak shalat dan shadaqah. “Untuk yang ini nanti kita bahas dalam pertemuan selanjutnya,” tuturnya.

Kemudian ia mengajak para jaamaah untuk mengikuti program Menata Hati yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta.

Di akhir ceramahnya,  A Hilman mengajak para jamaah bermuhasabah. Terasa sekali khidmatnya muhasabah tersebut. Hal itu ditandai  khusyuknya para jamaah mengikutinya.

Acara pun ditutup dengan doa  bersama yang dipimpin olehn Dr. K.H. Muhyiddin Tohir, M.A. dan tepat pukul 14.40 WIB acara selesai digelar, diakhiri dengan  foto bersama  ibu-ibu panitia.

Semoga para jamaah mendapat manfaat dari acara Tabligh Akbar ini, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *