Milenianews.com, Jakarta – Latihan militer yang seharusnya jadi persiapan tugas negara berubah menjadi tragedi. Sebanyak 23 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut gugur setelah tertimbun longsor saat mengikuti Latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan RI–PNG di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1). Peristiwa ini langsung menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban, tapi juga bagi institusi TNI AL dan masyarakat luas.
Baca juga: TNI Kirim Pasukan Untuk Evakuasi Warga yang Terjebak Banjir di Aceh Utara
Longsor terjadi di area latihan yang berada di lereng perbukitan. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari membuat struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya bergerak dan menimbun lokasi latihan. Kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama terjadinya bencana tersebut.
TNI AL menyampaikan duka atas gugurnya prajurit terbaik bangsa
TNI Angkatan Laut menyampaikan belasungkawa secara resmi atas gugurnya para prajurit. Dalam pernyataannya, TNI AL menegaskan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian prajurit terbaik bangsa. “TNI Angkatan Laut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya 23 prajurit Korps Marinir dalam pelaksanaan tugas negara. Mereka adalah prajurit terbaik yang mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara,” tulis TNI AL dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1).
Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan meski dihadapkan pada medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Hingga Rabu (28/1), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah prajurit dari lokasi longsor. Sementara itu, 18 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian.
Untuk mempercepat upaya evakuasi, TNI Angkatan Laut mengerahkan sedikitnya 200 personel Korps Marinir. Operasi ini juga didukung teknologi drone, sensor termal, anjing pelacak, serta alat berat yang difokuskan untuk membuka timbunan tanah. “Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel. Seluruh unsur kami kerahkan secara maksimal,” ujar TNI AL dalam pernyataan resminya, Rabu (28/1).
Baca juga: Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra Tewaskan 731 Jiwa, Lebih dari 3,2 Juta Warga Terdampak
Negara menjamin hak prajurit dan keluarga yang ditinggalkan
Di tengah upaya pencarian, TNI AL memastikan negara hadir bagi keluarga prajurit yang gugur. Seluruh hak korban dipastikan terpenuhi, mulai dari santunan hingga jaminan pendidikan bagi anak-anak prajurit sampai jenjang sarjana, termasuk pendampingan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan. “Negara bertanggung jawab penuh terhadap prajurit yang gugur dan keluarganya. Seluruh hak akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis TNI AL dalam pernyataan resminya, Selasa (27/1).
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik latihan dan seragam, ada risiko besar yang selalu mengintai. TNI Angkatan Laut menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama ke depan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.












