[Kisah Ramadan] PSBB di Era Rasulullah

PSBB era Rasulullah SAW

Milenianews.com – Alkisah, Syam yang dekat dengan Madinah tempat Nabi Muhammad SAW tinggal pernah dilanda wabah. Tak ayal Rasulullah SAW mengimbau warga Madinah untuk tetap di rumah dan tak keluar dari kota, mirip pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku di sebagian wilayah Indonesia.

Baca Juga : Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan kembali Dibuka

Kebijakan PSBB di era Rasulullah SAW

Ilustrasi keadaan pada zaman Rasulullah SAW, pemandangan gurun pasir yang sepi.

Penulis Buku Fiqih Covid-19 Abdul Muta’ali menyebut, Nabi Muhammad SAW pernah mengutus seseorang memberitahu kelompok Yahudi di Madinah untuk tidak keluar rumah. Pada saat itu Negeri Syam tengah dilanda virus.

Namun, orang Yahudi tidak mengindahkan imbauan tersebut. Mereka pergi ke tanah Arab yang kini bagian dari Irak. Wabah pun menyebar di wilayah tersebut.

Saat peristiwa itu, Nabi Muhammad SAW membatasi orang masuk ke Madinah. Padahal, Madinah bukan wilayah yang paling parah terdampak wabah di Syam.

“Padahal jarak Madinah dengan Syam jauh, tapi perlu kehati-hatian, sedia payung sebelum hujan, mencegah lebih baik ketimbang mengobati. Cerita itu ada dalam surat Al-Baqarah ayat 143,” ungkap Abdul dalam Dialog Ramadan 1441 Hijriah bertema Urgensi Fight Covid-19 yang diselenggarakan Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP), Senin, (4/5).

Ketidakpedulian warga menyebabkan virus menyebar, kata Abdul, Nabi Muhammad SAW berdoa.

“Ya Allah beri kami cinta untuk mencintai Kota Madinah, seperti kami cinta Kota Makkah, Ya Allah sehatkan seluruh masyarakat Madinah, berkahi takaran gandum dan kurmanya dan lenyapkan virus di Kota Madinah,” Abdul mengutip doa Rasulullah kala itu.

Baca Juga : Mengorek Sejarah Masjid As-Sahaba, Masjid Ketiga di Muka Bumi yang Dibangun para Sahabat

Sudah selayaknya warga Indonesia dan dunia belajar dari kisah tersebut. Baik dari perilaku sosial maupun nilai keagamaan.

“Dalam buku saya, saya ubah doanya. Ya Allah beri kami cinta untuk mencintai Indonesia seperti cinta kami kepada Mekah dan Madinah, Ya Allah sehatkan seluruh masyarakat Indonesia, berkahi takaran beras, berkahi takaran jagung dan angkat virus Covid-19 dari Indonesia,” tutup pakar Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia itu. (afr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *