[Kisah Ramadan] Menahan Rindu Pulang ke Kampung Halaman

Pulang Kampung

Milenianews.com – Telah cukup lama Nabi Muhammad SAW mendiami Madinah. Sejak terusir oleh kaum kafir Quraisy dari kota kelahirannya, Mekah, Rasulullah seakan memendam rindu begitu mendalam.

Kepada siapa saja yang baru kembali dari Mekah, Rasulullah pasti menanyakan kabar kampung halamannya.

Baca Juga : [Kisah Ramadan] Ramadan Bulannya Al-Qur’an

Suatu hari seorang sahabat bernama Ashil Al-Ghifari baru kembali dari Tanah Haram. Ketika hendak menemui Nabi, istri Rasulullah, Aisyah, bertanya kepadanya, “Wahai Ashil, bagaimana keadaan Mekah sekarang?”

Ashil menjawab, “Aku melihat Mekah subur wilayahnya, dan menjadi bening aliran sungainya”.

“Duduklah engkau, wahai Ashil. Tunggu sampai Rasulullah datang,” kata Aisyah.

Tak lama, Rasulullah pun keluar dari kamar dan menanyakan hal yang serupa. Ia berkata, “Wahai Ashil, ceritakanlah padaku bagaimana keadaan Mekah sekarang?”

Ashil menjawab, “Aku melihat Mekah subur wilayahnya, telah bening aliran sungainya, telah banyak tumbuhi dzkirnya (nama pohon), telah tebal rumputnya, dan telah ranum salamnya (sejenis tanaman yang biasa digunakan untuk menyamak kulit).”

Baca Juga : [Kisah Ramadan] Asal-usul Santap Sahur

“Cukup, wahai Ashil. Jangan kau buat kami bersedih,” ucap Rasul dengan penuh rindu.

Sebelum peristiwa Fathul Makkah alias penaklukkan Kota Mekah, Nabi selalu menahan diri mengunjungi tanah kelahiran demi keselamatan para sahabat dan kelancaran misi penyebaran Islam yang tengah diembannya. Rasulullah hanya memanjatkan doa demi kebaikan dan keagungan Kota Mekah. (afr)

Sumber: Disarikan dari Akhbar Makkah wa Ma Ja’a fiha min Al-Athar karya Imam Abu Al-Walid Muhammad Al-Azraqi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *