Milenianews.com, Jakarta – Kebijakan lockdown yang diterapkan di Amerika Serikat (AS) banyak mendapat tentangan dari warganya sendiri. Bahkan mereka yang menentang melakukan aksi demo di jalanan.
Seorang ketua gerakan anti-lockdown, Audrey Whitlock, tepatnya di negara bagian Carolina Utara, AS terpapar virus Corona. Ia pun tak bisa mengikuti dua aksi demo lantaran harus dikarantina.
Baca Juga : Kerabatnya meninggal mendadak, Terpapar Corona dari Sang Adik yang Mudik dari Jakarta
Whitlock terpapar Corona dan harus dikarantina selama 14 hari
Ia merupakan admin pengelola halaman Facebook ReOpen NC. “Saya tetap berada di ruang isolasi/karantina sendiri di rumah saya sesuai arahan departemen kesehatan daerah. Saya belum menghadiri acara untuk ReOpen NC,” kata Whitlock.
“Sebagai pasien COVID-19 positif asimptomatik atau tanpa gejala (karantina berakhir 26/4). Kekhawatiran lain yang saya miliki adalah pengobatan pasien COVID karena berkaitan dengan penyakit menular lainnya. Saya telah dipaksa untuk karantina di rumah saya selama 2 minggu,” tulis Whitlock dalam pesannya.
Baca Juga : Mungkinkah Terkena Covid-19 untuk Kedua Kalinya?
Selama ia karantina, kelompok yang ia gerakkan itu, mengadakan dua kali aksi demonstrasi di Raleigh, ibu kota negara bagian. Mereka dalam aksinya, menuntut Gubernur Carolina Utara, Roy Cooper mempercepat rencana #dirumahaja, yang berlaku sampai 8 Mei.
Pengunjuk rasa yang melakukan aksi, terdapat lebih dari 100 orang tidak memakai masker, berkerumunun dan berdiri berdekatan. (Ikok)
Sumber : detik













