Milenianews.com, Jakarta – Melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Indonesia menargetkan akan memproduksi baterai untuk kendaraan listrik pada 2022. Hal tersebut disampaikan Kemenperin dalam keterangan resmi nya pada Sabtu (14/12) silam.
Target tersebut menjadi jawaban dari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (12/12) yang menargetkan ekspor mobil CBU produksi Indonesia dengan jumlah 1 juta unit pada 2024.
Baca Juga : Lantai 3 Pondok Pinang Center Terbakar tadi Pagi, 14 Mobil Pemadam Dikerahkan
Produksi Kendaraan Listrik Dalam Negeri Mencapai 400 Ribu Unit
Hal itu, juga menjadi alasan agar Indonesia menjadi mandiri dan menjadi basis produksi kendaraan listrik. Target produksi mobil listrik dalam negeri mencapai total 400 ribu unit. Sebesar 20 persen dari prediksi total produksi pada 2024.
Bahkan Menperin akan menyusun Peraturan Menteri Perindustrian sebagai regulasi turunan dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Baterry Electric Vehicle).
Indonesia punya 2 Kawasan Produksi Baterai
Peraturan tersebut dibuat untuk mengakselerasi produksi kendaraan listrik, termasuk komponen-komponen pendukungnya.
Baca Juga : Kerjasama Lamborghini dan MIT Untuk Kembangkan Super Kapasitor Mobil Listrik
Saat ini, Indonesia punya dua kawasan produksi baterai yakni di Weda Bay, Halmehera dan Morowali, Sulawesi Tengah. Keduanya memproduksi bahan baku baterai lithium generasi kedua nikel kobalt yang bisa dipakai untuk kendaraan listrik. (Ikok)
Sumber : CNN Indonesia