Milenianews.com, Jakarta – Angka kejahatan siber di Indonesia menunjukkan tren yang tidak stabil dalam tiga tahun terakhir. Isu kejahatan siber telah menjadi tantangan serius dan ancaman nyata yang kini mengancam kehidupan sosial.
Kompol Suardi Jumang, Kepala Bagian Operasional Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, kasus kejahatan siber mencapai 4.864. kemudian terjadi penurunan pada 2024 menjadi 1.075 kasus. Namun, terjadi peningkatan di 2025 menjadi 3.331 kasus. Peningkatan ini menjadi alarm bagi keamanan digital.
“Berdasarkan data, periode tiga tahun terakhir, di tahun 2023 kejahatan di dunia siber mencapai 4.864. kemudian 2024 mengalami penurunan sekitar 1.075 dan di tahun 2025 meningkat kembali menjadi 3.331,” ungkap Suardi dalam gelaran Katastrofi Siber di Gedung Cyber University, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/11).
Baca juga: Cyber University dan ISMS Gelar Seminar Nasional “Katastrofi Siber”
Ancaman Kebocoran Data dan IoT yang Masif
Rektor Cyber University, Gunawan Wibisono jelaskan bahwa semua teknologi mendorong ke arah ekonomi digital. Pengguna Internet of Things (IoT) yang masif membuat ranah siber menjadi rentan.
Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan adanya indikasi serangan. Sudah terjadi 403 juta pihak luar yang mulai melakukan scanning jaringan guna menemukan celah untuk masuk.
Hal tersebut dikatakan cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, serangan itu bukan dilakukan oleh perorangan iseng. Pelaku telah memiliki target yang bisa mengancam data personal dan kondisi perusahaan.
Perlindungan Data Jadi Kunci Utama
Saat ini, perlindungan atau keamanan data menjadi kunci proteksi utama. Data kini dianggap sebagai bahan bakar menghidupkan ekonomi. Tanpa data, pengembangan ekonomi akan membutuhkan banyak sumber daya.
Diungkapkan, pencurian data yang terjadi paling banyak mengincar password, username dan email. Sebab, email digunakan sebagai identitas ketika berinteraksi di media sosial.
Pada sektor industri, pencurian data paling banyak terjadi di sisi informasi. Kemudian diikuti retail, shipping dan keuangan. Sebesar 58,41% pelaku mencuri database, diikuti akses sebesar 14,79% dan data pelanggan sebesar 6,65%.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













