Milenianews.com, Jakarta – Pendiri Amazon, Jeff Bezos, resmi “turun gunung” dan kembali terjun langsung ke industri teknologi. Setelah beberapa tahun fokus ke proyek lain pasca mundur dari kursi CEO Amazon pada 2021, kini Bezos hadir sebagai co-CEO di startup kecerdasan buatan (AI) bernama Project Prometheus.
Startup ini lagi naik daun banget bukan cuma karena nama Bezos, tapi juga karena ambisi dan pendanaannya yang nggak main-main. Menurut laporan TechCrunch, Sabtu (22/11), Project Prometheus sudah mengantongi pendanaan sekitar USD 6,2 miliar, alias belasan triliun rupiah. Bezos juga disebut ikut menyuntikkan modalnya sendiri ke perusahaan ini.
Baca juga: Jeff Bezos Prediksi Data Center Bertenaga AI Akan Dibangun di Luar Angkasa Dalam 20 Tahun
Di kursi pimpinan, Bezos nggak sendirian. Ia berbagi peran co-CEO dengan Vik Bajaj, sosok jenius yang sebelumnya memimpin divisi ilmu hayati Google dan ikut mendirikan Verily startup biotek milik Alphabet. Bajaj juga pernah mengotaki Foresite Labs sebelum akhirnya memutuskan keluar untuk membangun Prometheus bareng para pendiri lainnya.
Dari laman resminya di LinkedIn, Project Prometheus menyebut misi mereka adalah mengembangkan “AI untuk ekonomi fisik”, yang berarti mereka fokus bikin AI yang bisa bantu sektor nyata seperti manufaktur, aerospace, otomotif, sampai komputasi.
“Kami membangun teknologi AI yang mampu memahami dan mensimulasikan dunia fisik, untuk mempercepat inovasi di bidang engineering, manufaktur, dan ekonomi berbasis hardware,” ujar Prometheus dalam pernuataan pada profil resmi perusahaan, Jum’at (21/11).
Pendekatan ini mirip dengan teknologi yang dipakai Periodic Labs, yakni cara kerja AI yang bisa meniru kondisi fisik untuk mempercepat riset ilmiah. Jadi bukan sekadar AI generatif buat bikin teks atau gambar, tapi AI yang benar-benar “kerja di dunia nyata.”
Tim dari Meta, OpenAI, dan DeepMind
Sejak awal berdirinya, Prometheus nggak cuma mengandalkan nama besar Bezos. Startup ini sudah menarik hampir 100 staf elite dari perusahaan AI top dunia seperti Meta, Google DeepMind, dan OpenAI. Dengan talenta sebesar itu, jelas mereka lagi mempersiapkan sesuatu yang besar.
Langkah ini juga jadi momen penting bagi Bezos. Ini adalah pertama kalinya ia kembali memegang posisi signifikan dalam bisnis sejak 2021. Banyak analis menilai kehadirannya sebagai tanda bahwa sektor AI, khususnya AI industri, bakal jadi “ medan perang baru” para raksasa teknologi.
Baca juga: Katy Perry Berhasil Kembali ke Bumi Setelah Jelajahi Luar Angkasa
Dengan pendanaan jumbo, tim kelas dunia, dan ambisi untuk mengubah cara dunia membuat produk, Project Prometheus kini disebut-sebut sebagai salah satu startup tahap awal paling menjanjikan di dunia.
Belum ada banyak detail tentang produk yang mereka bakal rilis, tapi melihat arah dan talenta yang dikumpulkan, banyak yang percaya bahwa Prometheus bisa jadi salah satu pemain kunci yang menggeser batas inovasi AI ke level yang lebih realistis—dan lebih fisik.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













