News  

Hasil Penggerebekan Kampung Bahari : Ironis! Banyak Anak Muda Terjerumus Bisnis Narkoba

Narkoba anak muda

Milenianews.com, Jakarta – Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara, beserta 700 personel gabungan TNI – POLRI pada Rabu (9/3), gelar penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulfan menyampaikan bahwa, aksi senyap tersebut berhasil meringkus 26 orang. Delapan di antaranya perempuan dan barang bukti berupa sabu seberat 350 gram, 1500 butir pil ekstasi, ganja sintetis, dan 150 bong dari botol air mineral.

Baca Juga : Pemain Sinetron “Dari Jendela SMP” di Tangkap karena Narkoba

Tak hanya barang bukti narkoba, tim gabungan juga menyita uang sebesar Rp.35 Juta, 80 senjata tajam, serta 22 kendaraan bermotor.  

Kampung Bahari menjadi pusat transaksi narkoba di Jakarta, meski sering dilakukan penggerebekan. Namun, populasi pengedar serta pengguna di daerah tersebut tidak berkurang.

Dari 26 orang yang berhasil ditahan, sebagian besar masih berusia muda dan memasuki masa produktif. 

Menjadi ironi yang menyayat hati bagi pemerintah, serta masyarakat khususnya orang tua, mengapa masih banyak anak muda yang terjerumus narkoba?

Jika merujuk data dari World Drugs Reports 2018 menyebutkan, 275 juta penduduk di dunia pernah mengonsumsi narkoba. Sedangkan, data penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tahun 2018 mencapai 2,29 juta orang.

Banyak faktor eksternal yang melatarbelakangi anak muda masuk dalam lingkaran setan tersebut. Perlu kekompakan antara orang tua, guru, serta lingkungan tempat tinggal untuk bahu-membahu melindungi anak dari pengaruh narkoba. Selain itu, terdapat pula faktor internal yang mempengaruhi seseorang konsumsi narkoba.

Berikut milenianews telah merangkum faktor internal seseorang mengonsumsi narkoba :

  • Anticipatory Belief

Melansir dari katadata.co.id, Anticipatory terjadi ketika seseorang berusaha terlihat keren atau mengikuti tren.

Contohnya anak SMP yang berani merokok di lingkungan sekolah, ia merasa keren karena berani melanggar peraturan tanpa ketahuan.

Di lain kesempatan, ia akan mengulanginya dan menaikkan level kenakalannya hingga berani membeli narkoba. 

  • Relieving Belief

Faktor ini sering terjadi dikalangan orang dewasa dan selebriti, yaitu mengonsumsi narkoba untuk menghilangkan stres.

Namun, narkoba memiliki sifat ketergantungan sehingga orang tersebut terus mengonsumsinya bahkan saat tidak stres. 

  • Permissive Belief

Menganggap jika narkoba bagian dari gaya hidup, faktor ini biasanya pengaruh dari lingkungan tempat tinggal maupun tempat bekerja. 

Baca Juga : Maba Universitas BSI Deklarasikan Anti-narkoba dan Anti-perundungan

Dari ketiga faktor tersebut, dapat diminimalisir dengan memilih lingkungan sekolah, tempat tinggal, serta lingkungan kerja yang sehat serta sesuai dengan kebiasaan. Kuncinya ialah pandai memfilter agar tak terjerumus. (Reporter 2)

 

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *