Milenianews.com, Pontianak – Nilai IPK tinggi sering dianggap sebagai “tiket emas” untuk cepat mendapat pekerjaan. Namun realitanya, banyak lulusan justru masih kesulitan menembus dunia kerja. Fenomena ini menjadi sorotan dalam Indonesia Cerdas Fest 2026 yang digelar oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), di aula UBSI kampus Pontianak, Jl. Abdul Rahman Saleh No 18, Pontianak, pada Selasa (24/2).
Acara yang ditujukan untuk mahasiswa penerima Beasiswa Jalur Undangan (BJU) ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program Indonesia Cerdas Fest yang telah berjalan sejak 2024–2025 dalam dua angkatan, sekaligus menginspirasi mahasiswa agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan dibekali berbagai soft skill selama masa perkuliahan.
Baca juga: Indonesia Cerdas Fest 2025 Sukses Cetak Generasi Muda Berprestasi di Tegal
Realita Dunia Kerja Fresh Graduate
Dalam pemaparannya, Co-Founder Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI), Naba Aji Notoseputro, mengulas realita dunia kerja yang dihadapi para fresh graduate. Ia menyoroti kondisi di mana lowongan kerja semakin terbatas dan persaingan semakin kompetitif. Tidak sedikit lulusan yang harus mengirimkan CV hingga puluhan kali, namun belum juga memperoleh kesempatan kerja.
“Persoalan sulitnya fresh graduate mendapatkan pekerjaan bukan semata-mata karena minimnya lapangan kerja atau kondisi ekonomi. Akar permasalahan justru terletak pada skill gap, yakni kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri yang terus berubah cepat akibat perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perubahan teknologi yang melaju pesat seringkali tidak diimbangi dengan adaptasi kurikulum yang sama cepatnya. Hal ini menyebabkan sebagian lulusan memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi belum optimal dalam soft skill maupun analytical thinking yang dibutuhkan perusahaan.
“Ingat, dunia industri saat ini tidak hanya menuntut IPK tinggi, tetapi juga kemampuan critical thinking sebagai pondasi utama. Selain itu, analytical thinking, resilience, flexibility dan agility, leadership, social influence, creative thinking, serta literasi kecerdasan buatan (AI literacy) menjadi keterampilan penting yang wajib dimiliki lulusan agar mampu bersaing di era digital,” tambahnya.
Melalui Indonesia Cerdas Fest 2026, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan pembekalan yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan keterampilan adaptif dan kemampuan berpikir kritis sejak masa kuliah.
Baca juga: UBSI Tegaskan Komitmen Cerdaskan Generasi Muda Lewat Program Beasiswa
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja memang semakin menantang, tetapi peluang untuk mempersiapkan diri juga semakin terbuka lebar.
“Dengan bekal kompetensi yang tepat, lulusan UBSI diharapkan mampu bertransformasi menjadi talenta siap kerja yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi dinamika industri,” tutup Naba.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.









