Milenianews.com, Jakarta – Muhammad Irsyad, seorang mahasiswa tunanetra UGM (Universitas Gadjah Mada), terlihat bahagia saat rombongannya tiba di Dusun Bontitan, Desa Sendangagung, Minggir, Sleman untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia dengan senang hati menyambut tamu-tamu dengan bantuan dari rekannya.
Irsyad mengungkapkan bahwa teman-temannya selalu membantunya dalam menjalankan program kerja. Ia juga berpartisipasi dalam sosialisasi ke warga dan aktif terlibat dalam semua kegiatan KKN.
“Saya membuat program kerjanya sendiri, kemudian rekan tim membantu dalam menyosialisasikannya kepada warga. Saya juga sering diajak saat ada kunjungan ke perangkat desa seperti ketua RT dan Pak Dukuh,” ujar Irsyad seperti mengutip dari laman UGM, pada Selasa (1/8).
Baca juga : Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB Sinergi Bersama Desa Cibadak, Gelar Lomba Festival Tahun Baru Islam 1445 H
Mahasiswa tunanetra UGM yang jalani KKN
Program kerja di KKN
Mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM ini, memiliki ide program kerja yang mencakup tiga hal, yaitu sosialisasi tentang pentingnya pemilahan sampah, edukasi mengenai KIP Kuliah, dan kesadaran tentang keberadaan kaum difabel (disability awareness).
Irsyad menekankan betapa pentingnya masyarakat di desa tersebut untuk melakukan pemilahan sampah dengan benar dan tidak membakarnya. Dia berharap warga dapat memilah antara sampah plastik dan sampah organik dengan baik.
“Saya sampaikan dampak negatif jika sering membakar sampah. Sebaiknya dititipkan di bank sampah, tidak dibakar, dipisah sampah organik dan nonorganik,” ungkapnya.
Baca juga : Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Ajarkan Literasi dan Cinta Lingkungan kepada Anak-Anak Kampung Cikoneng
Menjadi kampus ramah disabilitas
Menurut Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Wening Udasmoro, Irsyad adalah salah satu mahasiswa penyandang disabilitas yang dapat mengikuti KKN karena UGM merupakan kampus inklusi yang ramah bagi penyandang disabilitas.
“Komitmen ini dibuktikan dengan menerima mahasiswa dari kalangan disabilitas dan mengembangkan pembelajaran yang ramah disabilitas,” ujar Wening.
Prof. Wening juga memberikan apresiasi kepada tim KKN karena mereka saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan program kerja mereka.
“Kita sangat mengapresiasi para mahasiswa yang sudah saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam mendarmabaktikan waktunya untuk mengabdi di masyarakat,” kata Wening.
Warga mendukung pelaksanaan KKN tersebut
Ketua RW Bontitan 7, Sumiadi, menyatakan bahwa mereka selalu memantau semua kegiatan mahasiswa KKN. Selain itu, rumahnya juga berguna sebagai lokasi mes untuk para mahasiswa.
“Mahasiswa KKN di sini benar-benar saya anggap seperti anak saya sendiri. Saya akui anak-anak mahasiswa betul-betul menjaga etika kesopanan di masyarakat,” tuturnya.
Baca juga : Mahasiswa UNM Berkontribusi ke Sekolah Lewat KKN, Beri Aplikasi Perpustakaan
Julian Dwi Efendi, Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Mahasiswa KKN di Minggir, menyatakan bahwa warga sangat antusias dalam menjalankan program kerja. Setiap akhir pekan, mereka biasanya mengajak warga untuk berolahraga senam bersama.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.