Milenianews.com, Jakarta – Langit Jakarta belum juga memberi jeda. Curah hujan tinggi yang mengguyur ibu kota sejak Kamis (22/1) hingga Jumat (23/1) pagi membawa dampak serius, mulai dari genangan meluas hingga banjir di sejumlah wilayah. Di tengah kondisi cuaca ekstrem ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengambil langkah antisipatif.
Pemprov DKI mengimbau penerapan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta, serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah di Jakarta. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran yang diterbitkan pekan ini dan berlaku hingga Rabu (28/1) mendatang.
Baca juga: Terjebak Macet Banjir di Latumeten, Pengemudi Mobil Ditemukan MD di Balik Kemudi
“Untuk menjaga keselamatan bersama di tengah cuaca ekstrem, WFH dan PJJ kembali diterapkan hingga 28 Januari 2026 sesuai ketentuan yang berlaku bagi ASN, pekerja swasta, dan pelajar,” tulis Pemprov DKI dalam unggahan resmi di akun Instagram mereka, Jumat pagi ini.
Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta rutin memantau informasi resmi, membatasi aktivitas berisiko, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat melalui layanan Jakarta Siaga 112. Informasi genangan dan banjir dapat dipantau melalui aplikasi JAKI, situs pantaubanjir.jakarta.go.id, serta kanal resmi BMKG dan BPBD.
Aturan WFH bagi ASN diatur dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Nomor 2/SE/2026. Sementara itu, ketentuan WFH bagi pekerja swasta tercantum dalam Surat Edaran Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Nomor e-0001/SE/2026.
Adapun kebijakan PJJ disampaikan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui Surat Edaran Nomor 9/SE/2026. Kebijakan ini mengikuti arahan SE Sekda Nomor 2/SE/2026 dan mempertimbangkan prediksi cuaca dari BPBD DKI Jakarta melalui surat bernomor e-0016/TB.01.02 tertanggal 22 Januari 2026.
Meski demikian, kebijakan WFH dikecualikan bagi instansi, perusahaan, atau tempat kerja yang beroperasi selama 24 jam atau memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Sektor-sektor vital seperti kesehatan, transportasi umum, logistik, energi, dan utilitas dasar tetap diminta beroperasi dengan pengaturan proporsional sesuai kebutuhan dan tingkat risiko di lapangan.
Bagi pekerja swasta, pelaksanaan WFH juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi objektif serta pengaturan internal masing-masing perusahaan.
Di sisi lain, Pemprov DKI memastikan kesiapsiagaan bencana tetap berjalan. Posko Siaga Bencana dilaporkan beroperasi 24 jam di seluruh kantor wali kota dan kabupaten administrasi di Jakarta.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih merendam ratusan wilayah permukiman. Berdasarkan laporan BPBD per Jumat pukul 06.00 WIB, genangan tercatat di 125 RT dan 14 ruas jalan.
Baca juga: Bulan Madu di Lokasi Banjir Aceh, Pasangan Asal Jerman Salurkan Bantuan
Sebaran banjir meliputi 38 RT di Jakarta Barat, 55 RT di Jakarta Selatan, 30 RT di Jakarta Timur, dan dua RT di Jakarta Utara. Ratusan warga terpaksa mengungsi di berbagai lokasi akibat banjir yang telah berlangsung sejak Kamis pagi.
Tak hanya Jakarta, hujan dengan intensitas tinggi juga berdampak pada wilayah sekitar. Sejumlah daerah penyangga seperti Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Kota dan Kabupaten Bekasi dilaporkan turut terdampak banjir.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













