Milenianews.com – Gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo guncang Turki pada Senin (6/2) pukul 04.00 pagi waktu setempat,. Gempar yang terjadi diduga merupakan gempa yang terkuat sejak 1939. Titik gempar berada di 23 kilometer timur Nurdagi, Provinsi Gaziantep pada kedalaman 24,1 kilometer.
Banyak warga di Turki, Suriah, Lebanon dan Israel kaget terbangun setelah mereka merasakan gempa mematikan yang terjadi di wilayah tersebut. Sejauh ini sudah tercatat sebanyak 360 orang meninggal dan diperkirakan jumlahnya akan bertambah.
Baca juga : Gempa 7,9 Magnitudo Guncang Maluku
Sedangkan jumlah korban luka dalam salah satu tempat sudah mencapai lebih dari 2.300 orang. Setelah gempa pertama dengan kekuatan 7,8 magnitudo, gempa susulan terjadi dengan berkekuatan 6,7 magnitudo.
Sementara itu, banyak video yang tersebar di media sosial dari daerah tersebut yang menunjukkan bangunan yang hancur dan kru penyelamat yang sedang mencari korban selamat melalui tumpukkan puing.
The magnitude of #earthquakeinturkey is beyond one's imagination. At this hour while we #PrayForTurkey, the #Turkey govt has issued a Level 4 warning.#deprem #DEPREMOLDU pic.twitter.com/GPOrsmlEuy
— Dean Markus (@DeanMarkus4) February 6, 2023
The level of destruction caused by the earthquake in Turkey makes it look like a war zone. This is utterly heartbreaking. Pray for Turkey and especially for the people trapped under the rubble. pic.twitter.com/PeqPXoNKlF
— KC (@kci2013) February 6, 2023
Presiden Turki Erdogan mengatakan, bahwa tim pencarian dan penyelamat telah dikirim ke daerah yang terkena dampak. Negara yang penuh dengan sejarah islam itu, juga meminta bantuan internasional untuk upaya penyelamatan dan evakuasi.
“Kami berharap dapat melewati bencana ini bersama secepat mungkin,” ujar Erdogan pada unggahan twitternya.
Menurut U.S.G.S bangunan di daerah Gaziantep sebagian besar terbuat dari bata dan beton yang rapuh dan sangat rentan terhadap goncangan akibat gempa bumi. Gaziantep kini merupakan salah satu lokasi operasi terbesar yang dijalankan oleh komisaris tinggi PBB untuk pengungsian.
Baca juga : BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami, Pasca Gempa yang Menerjang Maluku
Tidak hanya di Indonesia yang sering terjadi gempa, ternyata Turki juga sering merasakan gempa karena wilayahnya yang dilintasi oleh garis patahan.
Selain kerusakan bangunan, gempa yang terjadi juga menyebabkan tanah longsor dan memakan korban jiwa. Tidak hanya kerusakan bangunan tempat tinggal, banguna bersejarah juga rusak akibat gempa ini. Bangunan bersejarah yang rusak yaitu kastil bersejarah yang bertengger di atas bukit di tengah kota.
Gempa sebesar ini jarang terjadi, dengan rata-rata kurang dari 5 magnitudo setiap tahun di area mana pun di dunia.
Karl Lang, seorang asisten profesor di sekolah Ilmu Bumi dan Atmosfer Universitas Teknologi Georgia mengatakan kepada CNN. bahwa daerah yang dilanda gempa hari Senin rentan terhadap aktivitas saismik.
“Ini adalah zona patahan yang sangat besar, tapi ini adalah gempa bumi yang lebih besar daripada yang pernah mereka alami sebelumnya,” ujar Lang.
3 WNI terdampak
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dalam gempa tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini telah tercatat ada tiga WNI yang mengalami luka-luka.
“Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Tiga orang WNI mengalami luka, satu orang di Kahramanmaras dan dua orang Hatay. Dan saat ini sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Nugraha kepada wartawan, Senin (6/2).
Berdasarkan data Kemenlu, terdapat 6.500 WNI yang terdata tinggal di seluruh wilayah Turki. Dari jumlah data tersebut, terdapat sekitar 500 orang yang tinggal di area gempa dan sekitarnya.
Baca juga : FOZ, BMH dan UGM Sinergi Bantu Warga Penyintas Gempa Cianjur dengan Gelar Pelatihan Retrofitting
Sebagian besar WNI berstatus pelajar dan mahasiswa, sedangkan sebagian lainnya adalah WNI yang menikah dengan warga setempat serta pekerja di organisasi internasional.
Nugraha mengatakan, KBRI Ankara masih akan terus berkoordinasi dengan otoritas lokal dan tengah mengupayakan rumah penampungan untuk pengungsian WNI.
“KBRI Ankara sedang mengupayakan rumah penampungan sementara sambil menunggu penanganan dari otoritas setempat,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.