News  

Dua Dunia, Satu Tekad: Wisudawan UBSI Ini Buktikan Sibuk Bukan Halangan Berprestasi

Wisudawan UBSI
Dok. UBSI

Milenianews.com, Semarang — Tak semua mahasiswa memilih ritme kuliah yang santai. Sebagian langsung pulang dan beristirahat, sebagian lagi harus bekerja selepas kelas. Namun Denny Irawan, Wisudawan Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, memilih jalur berani, sejak semester tiga ia menjalani hidup ganda sebagai mahasiswa sekaligus peserta magang tenaga teknis kampus, tepatnya di BTI sebagai Assistant Technical Support.

Denny datang dari Pacitan, Jawa Timur. Tidak menggebu-gebu, tidak sok heroik, hanya membawa bekal keinginan untuk belajar. “Saya merasa bangga bisa diterima dan menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia yang sudah terakreditasi Unggul,” katanya. Kalimat itu terdengar seperti seseorang yang sudah membuktikan ucapan lewat tindakan, bukan keharusan untuk terlihat bangga.

Baca juga: Setahun Terhenti, Mimpi Tetap Berlari: Kisah Khasnah Raih Predikat Wisudawan Terbaik UBSI

Ia memilih Sistem Informasi bukan untuk mengikuti tren, tetapi untuk melanjutkan perjalanan lamanya. Sebelum toga, ada SMK Teknik Komputer dan Jaringan yang jadi fondasi. Sebelum upacara wisuda, ada magang di kampus sendiri. Sebelum predikat cumlaude, ada shift pekerjaan yang tetap berjalan meski tugas menumpuk.

“Saya ingin tidak hanya sekadar bisa, tetapi mendalami,” ujarnya. Tidak semua mahasiswa datang untuk lulus. Ada yang datang untuk pulang membawa arah.

Mata kuliah favoritnya banyak, mulai dari Statistika, Web Programming, Mobile Programming, hingga Jaringan Komputer. Di sana ia menemukan sesuatu yang aneh tapi memikat, logika bisa bekerja sama dengan kreativitas. Saat banyak orang terjebak pada ide besar tapi tak bisa dieksekusi, ia justru menikmati menulis baris-baris kode yang diam tapi bekerja.

Baca juga: Ani dan Langkah Terencana yang Mengantarnya Raih Predikat Wisudawan Terbaik UBSI

Tapi hidupnya bukan hanya teori. Ia freelance sejak semester dua, ikut pelatihan, bootcamp, sertifikasi, MSIB, dan magang di BTI. Dengan polos ia bilang, “Rasanya campur aduk… tidak menyangka bisa meraih cumlaude di tengah kesibukan bekerja.” Banyak orang menunda mimpinya karena sibuk. Denny justru menepati mimpi karena tidak memakai kesibukan sebagai alasan.

Cara belajarnya pun lebih sederhana daripada tips sukses yang sering berseliweran di TikTok. Ia membaginya 50:50, belajar teori setengah, praktik langsung setengah. Tidak muluk, tidak motivasional, hanya jujur, “Menurut saya, di bidang IT, teori tanpa praktik akan sulit berkembang.”

Rencana masa depannya pun lurus, bekerja sambil lanjut S1 Transfer. Bukan karena ingin gelar cepat, tetapi ingin landasan lebih kuat. Bahkan diam-diam ada mimpi besar yang ia ucapkan pelan, ingin mendapatkan beasiswa S2 dan mengabdi kembali untuk kampusnya. Ia tidak ingin terkenal di luar dulu, ia ingin bermanfaat di rumah sendiri.

Harapan untuk lulusan dari UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif lain sederhana namun tajam, tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi, “mengharumkan nama kampus di kancah nasional maupun internasional.” Kata “mengharumkan” terdengar tua, tapi justru itu yang membuatnya jujur.

Baca juga: Karier Jalan, Kuliah Jalan! Tajwa Raih Gelar Wisudawan Terbaik UBSI, Tanpa Henti Gas di Dunia Kerja

Sebelum menutup obrolan, Denny meninggalkan satu kalimat yang mungkin harus dibacakan ulang oleh mahasiswa kupu-kupu. “Masa depan dimulai dari apa yang kalian persiapkan hari ini,” pungkasnya.

Semarang hari ini penuh toga, kembang gelang, dan jabat tangan. Tetapi Denny Irawan adalah pengingat bahwa masa depan tidak menunggu wisuda, akan tetapi masa depan sudah berjalan bahkan ketika kamu masih mengantri absen kuliah sambil membalas chat pekerjaan. Karena ternyata, menjadi dewasa bukan soal umur. Kadang hanyalah soal berani tidak rebahan setelah kelas selesai.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *