Milenianews.com, Jakarta – Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono menyebutkan data kini menjadi bahan bakar yang menghidupkan ekonomi. Namun ancaman kejahatan siber menjadi tantangan. Hal itu di sampaikan pada gelaran seminar Katastrofi Siber di Gedung Cyber University, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/11).
Berdasarkan data, kebocoran data pelanggan mengalami peningkatan tajam. Angka ini masih bersifat data pribadi. Meskipun begitu, angka tersebut sudah mengkhawatirkan. Menurut Gunawan, hacking secara otomatis dan ransomeware mengalami peningkatan. Bahkan sudah terjadi pada Data Pusat Nasional.
Baca juga: Musim Kedua Serial Live Action “One Piece” Segera Tayang Maret 2026 Mendatang
Irjen Pol. Gatot Repli Handoko, Dosen Kepolisian Utama TK I STIK Lendiklat Polri menyatakan bahwa isu ini merupakan tantangan bersama. Ini telah menjadi bagian dari struktur kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kompol Suardi Jumang, Kepala Bagian Operasional Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya paparkan data kejahatan siber yang mencapai 3.331 di tahun 2025.
“Periode 3 tahun terakhir, di tahun 2023 kejahatan di dunia siber itu mencapai angka 4.864 yang kemudian menurun dan di tahun 2025 meningkat lagi hingga 3.331,” imbuhnya.
Gunawan juga mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menunjukkan adanya 403 juta pihak luar yang melakukan pemindaian jaringan Indonesia. Dari angka tersebut, 347 di antaranya melakukan penyerangan.
Kriptografi Sebagai Benteng pertahanan
Gunawan tekankan bahwa kunci proteksi adalah mengamankan data. Disebutkan bahwa kriptologi adalah ilmu yang harus dikuasai betul agar data yang terbaca menjadi tidak terbaca.
“Dengan ini kita harapkan walaupun data itu dicuri, ya mereka tidak bisa baca apa data kita,” katanya.
Baca juga: Peran Kampus Siber dalam Mendorong Ekonomi Berbasis Nilai
Penggunaan kunci rumit sangat penting. Kunci harus dijaga keamanannya menggunakan sistem public key cryptography. Sistem ini memiliki dua kunci. Satu kunci berfungsi mengubah data agar tidak terbaca. Kunci lainnya berfungsi mengubah data agar bisa terbaca kembali.
Gunawan mengingatkan ancaman kedepan. Ia menyatakan bahwa komputer kuantum akan segera muncul yang berpotensi membongkar data yang sudah dikumpulkan. Data tersebut meliputi komunikasi pemerintahan, riwayat kesehatan, keuangan, militer hingga pertahanan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













