Milenianews.com, Mojokerto– Dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2024, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus melanjutkan program Ekspedisi Kebaikan dengan menyalurkan bantuan pangan berupa beras ke sejumlah pesantren binaan di Jawa Timur.
Pada hari ketiga, BMH membawa semangat kebersamaan dan kepedulian dengan mendistribusikan bantuan ini ke lima titik pesantren: Pesantren Darul Hijrah Putri 10 Mojokerto, Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah 13 Jombang, Pondok Pesantren Darul Madinah Madiun, Pesantren Darul Hijrah 7 Probolinggo, dan Pondok Pesantren Almasytah Malang.
Program Ekspedisi Kebaikan ini menargetkan distribusi total 2,4 ton beras ke 24 pesantren di Jawa Timur, dengan tujuan memperkuat ketahanan pangan di pesantren hingga 30 persen.
Bantuan ini menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan dasar para santri, memungkinkan mereka fokus pada kegiatan belajar dan menghafal Al-Qur’an tanpa khawatir tentang asupan harian mereka.
Islamadinah, atau akrab disapa Dina, santri kelas 10 dari Pondok Pesantren Almasytah Gedangan yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan ini.
Baca Juga : BMH Hadirkan Sumur Bor Baru untuk 750 Santri Al Islah As Suyuthi di Kediri
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada kakak-kakak BMH yang selalu peduli dan mendukung kami. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung kami belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan tenang,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa penyaluran beras ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan pangan santri tahfidz terpenuhi dengan baik.
“Ekspedisi Kebaikan di Hari Santri ini adalah wujud kepedulian BMH kepada para santri yang berjuang dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Kami sangat berterima kasih kepada para donatur yang telah mendukung program ini,” ujar Imam Muslim dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Program Ekspedisi Kebaikan ini adalah bukti nyata dari komitmen BMH dalam mendukung pendidikan agama dan meningkatkan kesejahteraan santri. “Amanah dari para donatur tidak hanya meringankan beban operasional pesantren, tetapi juga menumbuhkan semangat di hati para santri untuk terus menghafal Al-Qur’an dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih baik,” ujarnya.