News  

Cegah Bunuh Diri di Kalangan Mahasiswa Lewat Edukasi Mental

cegah bundir dengan edukasi mental

Milenianews.com, Jakarta – Kasus bunuh diri kian marak di kalangan mahasiswa, kini menjadi sorotan serius bagi kita semua. Bunuh diri saat ini bukan hanya menjadi permasalahan sosial, namun juga penyakit tidak menular yang mengancam remaja di dunia.

Tekanan akademis, masalah ekonomi, dan faktor kesehatan mental lainnya. Mahasiswa harus menghadapi tekanan yang berat, karena tidak hanya berasal dari tuntutan pendidikan, tetapi tuntutan dari keluarga, ekspektasi diri dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Baca juga: Seringnya Kasus Bunuh Diri di Kalangan Mahasiswa karena Beban Tugas dan Stres

Tati Pandiangan, mahasiswa Universitas Sumatera Utara, mengatakan bahwa depresi akibat bullying dan stres karena banyaknya tugas dapat menjadi pemicu utama seseorang bunuh diri.

“Kayaknya, banyak mahasiswa bunuh diri karena depresi, bully-an teman atau stres karna tugas yang terlalu banyak,” ungkap Tati saat diwawancarai via daring pada Selasa (15/10).

Kerabat Tati, Deny Saputra, mahasiswa Universitas BSI Kampus Cengkareng, turut memberikan pendapatnya. Deny menyatakan bahwa fenomena bunuh diri di kalangan mahasiswa dipengaruhi banyak faktor termasuk masalah ekonomi dan kesehatan mental.

“Bunuh diri di kalangan mahasiswa itu cukup serius, banyak faktornya seperti masalah dalam keluarga, pertemanan yang toxic, ekonomi yang sulit atau mengalami kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan kampus,” jelas Deny ketika ditemui di kampusnya pada Selasa (15/10).

Keduanya sepakat langkah untuk melakukan pencegahan bisa dengan mengadakan seminar dan workshop tentang kesehatan mental untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang masalah ini, melatih dosen/staff untuk mengenali tanda-tanda krisis mental, serta mengintegrasikan program yang mencakup olahraga, meditasi, dan aktivitas sosial untuk mendukung kesejahteraan fisik dan mental.

“Langkah-langkah seperti ini harus diambil untuk mencegah bunuh diri pada mahasiswa, dengan pendekatan antara mahasiswa dengan kampus,” tambah Deny.

Baca juga: Mahasiswa PPDS UNDIP Bundir, Diduga karena Bullying

Tati juga menekankan pentingnya kesadaran dan dukungan emosional. “Saya sih kalau ada teman yang memiliki tanda-tanda depresi, sebagai langkah awal saya akan menemaninya untuk sekedar mengobrol atau bercanda semata,” ujarnya.

Sebagai teman atau orang di sekitar, kita perlu lebih peduli dan saling support. Mahasiswa harus tahu bahwa mereka tidak sendirian dan boleh meminta bantuan. Lingkungan kampus juga harus lebih ramah, supaya mahasiswa bisa mengatakan masalah yang mereka hadapi tanpa takut.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *