Milenianews.com, Kediri– Suara mesin bor itu pernah terdengar seperti harapan yang dipanjatkan perlahan dari dalam tanah. Di Pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Al-Ma’ruf Kediri, air bukan sekadar kebutuhan teknis. Air menjadi penopang ibadah dan pendidikan lebih dari 300 santri yang setiap hari menghafal Kalamullah.
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) meresmikan sumur bor ke-252 di Jawa Timur pada 16 Februari 2026. BMH menghadirkan fasilitas air bersih itu di Dusun Juranguluh, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Program ini menyasar Pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an Al-Ma’ruf yang selama ini membutuhkan pasokan air lebih stabil.
Peresmian berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Para santri dan pengurus pesantren menyambut bantuan tersebut dengan doa dan harapan. Mereka kini memiliki akses air bersih yang lebih memadai untuk kebutuhan wudhu, mandi, mencuci, dan konsumsi harian.

Penting Bagi Santri
Pengasuh pesantren, Yai Fauzan, menyampaikan apresiasi atas realisasi program tersebut. Ia menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas ibadah dan pembelajaran.
“Air bersih sangat penting bagi santri. Dengan adanya sumur bor ini, kegiatan menghafal Al-Qur’an dan ibadah menjadi lebih tenang dan lancar,” ujarnya.
Baca Juga : Berkah Sumur Bor ke-251 BMH: 300 Santri Ummul Quro Kini tak lagi Cemas Saat Kemarau
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan akses air bersih bagi lembaga pendidikan Islam dan masyarakat yang membutuhkan.
Ia menyebut air sebagai sumber kehidupan yang menentukan kualitas aktivitas sehari-hari. “Dengan hadirnya sumur bor ini, kami berharap para santri dapat belajar dan beribadah dengan lebih nyaman dan optimal,” katanya.
Program ini memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 300 santri. Ketersediaan air kini lebih stabil. Kebutuhan harian menjadi lebih tercukupi. Lingkungan pesantren semakin terjaga kebersihannya. Pengelola pesantren juga dapat mengurangi beban operasional penyediaan air.

Menguatkan Ekosistem Pembinaan
Akses air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pedesaan di Jawa Timur. Keterbatasan infrastruktur sering kali berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan kesehatan. Dalam konteks tersebut, program sumur bor tidak hanya menghadirkan fasilitas, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan generasi Qur’ani.
Melalui realisasi titik ke-252 ini, BMH menegaskan perannya sebagai lembaga filantropi Islam yang menghadirkan solusi konkret dan berdampak. Program ini tidak berhenti pada seremoni peresmian. Program ini menyentuh kebutuhan dasar dan menopang proses pendidikan secara berkelanjutan.
Air yang mengalir dari sumur itu kini menjadi saksi. Dari kedalaman tanah Kediri, harapan tumbuh bersama setiap ayat yang dihafalkan. Dukungan dan kepedulian publik akan terus dibutuhkan agar lebih banyak pesantren dan masyarakat merasakan manfaat yang sama.













