News  

Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra Tewaskan 731 Jiwa, Lebih dari 3,2 Juta Warga Terdampak

Milenianews.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merilis data terkini terkait penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi besar di Pulau Sumatra: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Jumat (5/12), tercatat lebih dari 3,2 juta jiwa terdampak, dengan ratusan ribu warga masih bertahan di pengungsian dan 731 orang dilaporkan meninggal dunia, per Kamis (4/12).

Aceh Catat Korban dan Pengungsi Terbanyak

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak terluas. Bencana banjir dan longsor melanda 18 dari 23 kabupaten/kota, dengan total 1.466.433 warga terdampak. Sebanyak 6 rumah sakit dan 41 puskesmas dilaporkan tidak dapat beroperasi.

Pemerintah mencatat 250 korban jiwa, 409 luka berat, 1.487 luka ringan, dan 193 orang masih hilang. Di sisi lain, terdapat 759 titik pengungsian yang kini menampung 788.586 orang, menjadikan Aceh sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menjelaskan bahwa sulitnya akses jalan menjadi penyebab tingginya angka pengungsian.

“Bayangkan, ada 125 jembatan rusak di satu kabupaten saja. Hubungan antar-desa dan kecamatan terputus hampir semuanya,” ujarnya saat meninjau Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang berada di ketinggian 1.200 mdpl.

Sumatera Utara Alami Dampak Terbesar dalam Jumlah Penduduk

Di Sumatera Utara, banjir dan longsor terjadi di 17 dari 33 kabupaten/kota. Sebanyak 1.682.603 warga terdampak, menjadikannya provinsi dengan populasi terdampak tertinggi.

Data mencatat 307 korban meninggal dunia, 94 luka berat, 1.890 luka ringan, dan 165 warga hilang. 111 titik pengungsian saat ini menampung 36.994 orang. Fasilitas kesehatan juga ikut terdampak, dengan 3 rumah sakit dan 1 puskesmas pembantu belum bisa beroperasi.

Sementara itu, Sumatera Barat terdampak di 15 dari 19 kabupaten/kota. Seluruh fasilitas kesehatan telah kembali beroperasi penuh, namun jumlah korban tetap tinggi: 174 orang meninggal dunia, 40 luka berat, 85 luka ringan, dan 216 orang dinyatakan hilang.

Sebanyak 22.345 warga masih mengungsi di 133 titik, dari total 136.227 warga terdampak.

Baca juga: Selamatkan Hewan Saat Banjir, 6 Anabul Berhasil Diselamatkan

Kemenkes Bentuk HEOC untuk Tangani Krisis

Untuk memastikan penanganan terpadu, Kementerian Kesehatan membentuk Health Emergency Operation Center (HEOC) di Banda Aceh, Medan, dan Padang. Pusat ini berfungsi sebagai pos koordinasi satu pintu untuk mengatur logistik dan distribusi bantuan secara efisien.

“Tugas HEOC adalah memastikan alur kebutuhan logistik dan tenaga medis berjalan baik dan tidak tumpang tindih,” tegas Wamenkes Benjamin.

Fokus penanganan saat ini diarahkan pada pendataan lanjutan, penyediaan alat medis habis pakai, oksigen, dan tenaga kesehatan untuk fasilitas yang masih beroperasi.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *