Milenianews.com, Jakarta – Eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menduga ada mastermind atau dalang dalam kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Dia menyebut peradilan menjadi sesat lantaran gagal menemukan perancang kasus penyiraman air keras tersebut.
“Yang hilang dalam percakapan seolah-olah sandiwara ini beneran. Kan yang mesti dicari mastermind-nya. Peradilan itu sesat jika dia tidak bisa menemukan mastermind-nya,” kata Bambang di kediaman Novel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/6).
Baca Juga : 5 Adegan Menarik di Novel Bumi Manusia yang Absen di Film
Kasus Novel Baswedan sudah membuat peradilan terhina
Menurutnya, peradilan seharusnya bisa mengungkapkan aktor utama di balik penyerangan terhadap Novel. Bambang menilai kasus Novel sudah membuat peradilan dihina.
“Kita sedang mencaci-maki peradilan, menghina peradilan,” ucapnya.
Permasalahan dalam kasus Novel, tuturnya bukan pada tuntutan jaksa sebesar satu tahun penjara kepada dua penyiram, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, melainkan pada peradilannya.
“Yang lebih menarik lagi proses pembohongan publik luar biasa, lho. Ini dahsyat, satu Indonesia dibohongi oleh proses peradilan,” kata dia.
Pakar hukum tata negara Refly Harun menyampaikan hal serupa. Dia menilai peradilan kasus Novel bisa dianggap sesat bila Rahmat Kadir dan Ronny Bugis bukan merupakan pelaku penyiraman air keras kepada Novel.
Baca Juga : 4 Saksi Dihadirkan di Sidang Kasus Novel
“Ada soal lain yang penting yaitu benar tidak dua (terdakwa) itu melakukan penyiraman. Kami pribadi menanyakan ke Novel, dia juga tidak yakin itu pelaku sesungguhnya. Kalau itu bukan pelaku sesungguhnya, peradilan bisa sesat,” kata Refly.
Sebelumnya, sejumlah tokoh menyambangi kediaman Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka adalah Bambang Widjojanto, Refly Harun, eks Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu, akademisi Rocky Gerung, dan Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moral kepada Novel. (afr)