Milenianews.com, Jakarta – Dunia pendidikan Indonesia bakal kedatangan “pemain baru” yang siap nemenin siswa lebih dekat: Guru Wali. Lewat kebijakan terbaru Kemendikdasmen, peran ini hadir buat memastikan setiap siswa nggak cuma pinter di atas kertas, tapi juga sehat secara emosional dan aman selama belajar di sekolah. Pendek kata, Guru Wali ini bakal jadi sosok yang ngejagain perkembangan siswa secara lebih personal.
Dalam siaran pers resminya tanggal 1 Juli 2025, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa hadirnya Guru Wali adalah bagian dari strategi besar memperkuat perlindungan siswa. “Guru wali akan menjadi jembatan, perantara, menghubungkan dengan guru BK,” begitu bunyi pernyataannya yang dirilis, Senin (03/11). Konsep ini terinspirasi dari sistem dosen wali di kampus, yang memang sudah terbukti efektif buat memantau perkembangan mahasiswa satu per satu.
Baca juga: Kemendikdasmen Tindak Tegas Peserta Ujian Live saat TKA
Beda dari wali kelas atau guru BK, Guru Wali bakal fokus mendampingi kelompok siswa yang lebih kecil. Jadi mereka bisa lebih intens ngobrol, memantau progres belajar, dan menangkap sinyal-sinyal emosional yang mungkin nggak kebaca kalau tanggung jawabnya terlalu luas. Sementara itu wali kelas tetap fokus di urusan administrasi kelas, dan guru BK tetap punya peran konseling yang lebih dalam. Guru Wali hadir di tengah-tengah, buat nutup “gap” pendampingan yang selama ini kelewat besar.
Regulasi baru menjamin tugas guru wali tidak menambah beban guru
Biar peran ini nggak bikin guru tambah pusing, pemerintah sudah meresmikan aturannya lewat Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025, lengkap dengan jaminan kalau tugas sebagai Guru Wali dihitung sebagai jam kerja formal. Artinya, guru nggak perlu takut beban kerja makin numpuk, karena semuanya udah diatur biar seimbang. Di dalam regulasi yang sama, pemerintah juga memastikan bahwa Guru Wali bakal diberi pelatihan bimbingan dasar agar siap menghadapi isu-isu psikososial yang sering muncul di kalangan remaja.
Baca juga: Kemendikdasmen Naikkan Insentif Guru dan Siapkan Beasiswa
Lewat kebijakan ini, Kemendikdasmen menargetkan lingkungan belajar yang lebih aman, suportif, dan bebas dari kekerasan. Dalam pernyataan resminya tanggal 1 Juli 2025, kementerian menegaskan bahwa pendampingan personal seperti ini adalah kunci buat mencegah perundungan dari akar masalahnya. Nggak cuma mengawasi, Guru Wali juga jadi tempat curhat, tempat bertanya, dan tempat minta bantuan hal-hal yang kadang susah ditemuin siswa kalau rasio pendampingnya terlalu besar.
Dengan hadirnya Guru Wali, pemerintah berharap sekolah bisa jadi tempat yang bukan cuma ngajarin pelajaran, tapi juga ngasih ruang aman buat tumbuh. Siswa diharapkan makin pede, merasa didukung, dan tahu bahwa selalu ada orang dewasa di sekolah yang siap mendampingi mereka dengan cara yang lebih manusiawi dan responsif.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













