News  

43 Titik Rawan Tawuran di Bulan Suci Ramadhan, Satpol PP DKI Jakarta Siagakan 1.900 Personel

Milenianews.com, Jakarta – Ramadan mestinya identik dengan ketenangan, doa, dan lampu-lampu masjid yang menyala lebih lama dari biasanya. Namun di Jakarta, bulan suci juga datang bersama catatan lain: 43 titik rawan tawuran yang tersebar di lima wilayah kota.

Data tersebut menjadi dasar penguatan pengamanan oleh Satpol PP DKI Jakarta selama Ramadan tahun ini. Sebanyak 1.900 personel disiagakan setiap hari untuk patroli mobile, pengawasan kawasan rawan, hingga respons cepat jika terjadi potensi bentrokan.

Pengawasan Tidak Hanya di 43 Titik

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya terpaku pada daftar 43 titik tersebut. Potensi tawuran dinilai bersifat situasional dan bisa berpindah sewaktu-waktu.

“Data dari Kesbangpol, ada 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta. Nanti itu yang akan kita antisipasi,” ujarnya, Rabu (18/2), seperti dilansir beritajakarta.id.

Meski demikian, wilayah lain tetap berada dalam radar pemantauan. Pendekatan yang dilakukan tidak semata reaktif saat bentrokan pecah, tetapi juga preventif melalui patroli rutin dan deteksi dini.

Baca juga: Mencegah Tawuran Remaja di Bulan Ramadhan dengan Dialog dan Kebersamaan

Kolaborasi Aparat dan Pengawasan Miras

Satpol PP tidak bergerak sendiri. Koordinasi dilakukan bersama unsur Kepolisian dan TNI guna memperkuat langkah pencegahan. Selain patroli wilayah, pengawasan peredaran minuman keras juga diperketat.

Sweeping dilakukan untuk memastikan tidak ada miras ilegal yang berpotensi memicu konflik jalanan, terutama pada malam hari hingga menjelang sahur — waktu yang kerap menjadi titik rawan gesekan antar kelompok remaja.

Ramadan, Ujian Kolektif Warga Kota

Penambahan 1.900 personel memang menjadi langkah tegas. Namun pertanyaan yang selalu muncul setiap tahun tetap sama: apakah penguatan aparat cukup untuk meredam tradisi tawuran yang kerap berulang?

Ramadan sejatinya bukan hanya ujian bagi aparat keamanan, tetapi juga bagi warga kota. Karena keamanan Jakarta tak hanya bergantung pada ribuan seragam di lapangan, melainkan pada kesadaran kolektif untuk menahan diri — bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Di tengah riuhnya kota metropolitan, bulan suci kembali mengingatkan bahwa ketenangan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga pilihan bersama.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *