Milenianews.com, Mata Akademisi– Perkembangan asuransi syariah di Indonesia didukung dengan adanya ketentuan regulasi. Dimulai pada tahun 1994 dan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Tidak dapat dipungkiri, terjadinya pandemi Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia membuat masyarakat lebih sadar akan proteksi kesehatan dan jiwa, sehingga adopsi asuransi termasuk asuransi syariah menunjukkan tren yang positif.
Indonesia telah menjadi salah satu negara yang memiliki potensi besar bagi perkembangan industri asuransi syariah, di mana Indonesia memiliki 87% penduduk yang beragama Islam. Meskipun begitu, industri asuransi syariah masih menghadapi beberapa tantangan yang menyebabkan pertumbuhan asuransi syariah secara nasional masih rendah. Tantangan tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek utama, yaitu dari sisi permintaan (demand), sisi penawaran (supply), dan kebijakan spin-off.
Tantangan dari Sisi Permintaan (Demand)
- Kurangnya Literasi dan Awareness
Salah satu kendala utama dalam pengembangan industri asuransi syariah di Indonesia adalah kurangnya literasi dan kesadaran masyarakat tentang manfaat serta prinsip-prinsip asuransi syariah. Semakin baik literasi seseorang terhadap suatu produk keuangan maka intensi untuk menggunakan produk tersebut juga semakin baik. Maka edukasi yang tepat dan berkelanjutan harus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk asuransi syariah dan bagaimana produk ini dapat membantu melindungi dan mengelola risiko dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.
- Pengenalan Produk yang Tepat
Tantangan lain adalah pengenalan produk asuransi syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Produk-produk asuransi syariah harus dirancang untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik masyarakat Indonesia, sehingga permintaan dapat tumbuh secara signifikan.
- Kurangnya Kepercayaan Konsumen
Kepercayaan konsumen terhadap industri asuransi syariah juga menjadi hambatan yang signifikan. Beberapa skandal dan ketidaktransparan di industri asuransi secara keseluruhan telah mempengaruhi citra industri ini. Oleh karena itu, penting untuk membangun kepercayaan melalui tindakan transparan dan berintegritas dari seluruh pemangku kepentingan industri asuransi syariah.
Tantangan dari Sisi Penawaran (Supply)
- Kurangnya Diferensiasi Produk
Tantangan lain yang dihadapi oleh industri asuransi syariah adalah kurangnya diferensiasi produk, antara produk yang ditawarkan pada asuransi syariah dan produk yang ditawarkan pada asuransi konvensional. Industri asuransi syariah di Indonesia perlu terus menghadirkan produk-produk yang inovatif dengan melakukan riset dan pengembangan guna menciptakan produk asuransi syariah yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Kurangnya variasi produk yang menarik dapat mengurangi minat konsumen untuk membeli polis asuransi syariah.
- Infrastruktur Teknologi
Keterbatasan akses ke teknologi modern dan infrastruktur yang memadai dapat menghambat kemampuan perusahaan asuransi syariah dalam memberikan pelayanan yang efisien dan berkualitas tinggi kepada konsumen. Investasi dalam teknologi dan infrastruktur menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional.
- Keterbatasan Sumber Daya Manusia
SDM merupakan bagian yang sangat diperlukan dalam perusahaan asuransi guna meningkatkan profit. Namun, di perusahaan asuransi syariah sendiri masih minim akan SDM yang berkualitas dan berkompeten. Inilah yang menjadi kendala SDM yang mana perlu adanya perhatian khusus dari perusahaan. Kurangnya tenaga ahli yang menguasai baik dalam aspek syariah maupun bisnis asuransi dapat menghambat pertumbuhan industri ini.
Tantangan dari Sisi Kebijakan Spin-off
- Regulasi yang Mendukung
Perkembangan industri asuransi syariah memerlukan regulasi yang mendukung dan jelas. Kebijakan yang konsisten dan transparan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan industri ini.
- Sinergi dengan Lembaga Keuangan Lainnya
Sinergi dengan lembaga keuangan lain seperti bank syariah dan lembaga keuangan non-bank perlu diperkuat, agar dapat meningkatkan penetrasi pasar dan distribusi produk asuransi syariah. Kolaborasi antar berbagai entitas ini dapat memberikan dukungan yang lebih kuat bagi pengembangan industri asuransi syariah.
- Dukungan dari Pemerintah
Dukungan aktif dari pemerintah dalam promosi dan pengenalan produk asuransi syariah dapat membantu meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap industri ini.
Industri asuransi syariah di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang pesat, tetapi masih menghadapi tantangan yang signifikan dari sisi permintaan, penawaran, dan kebijakan spin-off. Dengan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat, industri asuransi syariah di Indonesia dapat meraih potensinya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.
Penulis: Arina Hananan Taqiyya, mahasiswa STEI SEBI Depok.