Milenianews.com, Mata Akademisi– Ketika mengenal sosok seorang Mas Menteri yang hadir dalam sisi kebijakan negeri ini saya berpikir tentang masa depan bangsa dan anak usia dini yang saya hadapi. Era digitalisasi yang kita alami saat ini cukup berdampak terhadap keyakinan, karakter, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang tampil pada generasi milenial ini.
Tantangan zaman menuntut generasi muda untuk menguasai teknologi dan informasi yang mampu menjawab masalah-masalah yang akan muncul di hadapannya nanti. Namun bekal budi pekerti dan keyakinan beragama yang kuat sangatlah diperlukan agar berbagai hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan dalam kehidupannya kelak akan dapat dihadapi dengan bijak dan santun.
Sosok ini dapat diamati dari tampilan Mas Menteri yang ternyata adalah seorang guru anak usia dini di masa mudanya dulu. Energik, smart, kreatif dan inovatif dapat kita lihat dari tampilan gerak, sikap, cara berkomunikasi dan gagasan-gagasan Mas Menteri yang terkadang di luar prediksi kami.
Harapan kami untuk negeri ini, terutama untuk Mas Menteri semoga ada kesempatan bagi para generasi muda bangsa ini di mana pun berada untuk dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri, sehingga bisa mendukung kemajuan dan kekuatan bangsa ini. Lahirnya generasi muda yang kuat demi masa depan Indonesia yang bermartabat. Sopan santun dalam bersikap, saling menghormati dan menyayangi dalam keragaman budaya, kerukunan dan gotong royong menjadi warna yang indah dalam tatanan berbangsa dan bernegara. Hidup damai sejahtera menjadi idaman kita semua.
Harapan kami para guru di negeri ini, kami mohon untuk mencermati kembali tugas dan tanggung jawab kami untuk memenuhi berjejalnya tugas administratif yang tak kunjung selesai di hari-hari yang kami jalani. Kapan kami akan mendidik dengan ketenangan hati, kapan kami akan mengajar dengan senyuman jika pikiran dan waktu kami habis untuk mengisi lembaran dan aplikasi. Kemajuan teknologi tetap perlu kami ikuti, tentu dengan segala kebijakan yang berpihak kepada kenyamanan dan mengembalikan peran kami sebagai pendidik dengan hati dan kompetensi kami, bukan dengan penuh sesaknya administrasi yang menguras waktu kami.
Terima kasih, Mas Menteri. Semoga anak usia dini dapat meneladani kebaikan, kecerdasan, dan kesuksesan Mas Menteri serta semoga Mas Menteri dapat menghadirkan kebijakan yang terbaik untuk negeri ini. Demikian harapan kami bagi siapapun yang terkait dengan kebijakan ini, kini dan nanti.
Bogor, 25 Maret 2024.
Penulis: TeHera, Asisten Head Divisi Kurikulum Bosowa School.