Milenianews.com – Bagi sebagian orang, Jogja adalah tentang pulang. Namun, bagi mereka yang hidup dan berjibaku di dalamnya, entah mahasiswa yang dikejar deadline skripsi atau pekerja yang lelah dengan rutinitas, Jogja kadang terasa sesak. Hiruk-pikuk jalanan Bantul dan riuh rendah aktivitas kota seringkali menuntut tubuh untuk terus bergerak, bahkan ketika jiwa sudah berteriak minta istirahat.
Di tengah kelelahan kolektif itu, Resto Kalibayem Jogja hadir bukan sekadar sebagai tempat makan. Di Jalan Rejodadi, Sonopakis Kidul, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta, bangunan ini berdiri menawarkan sebuah anomali yang menenangkan, yakni Sebuah Pendopo yang lazimnya menapak bumi, justru diangkat tinggi ke udara.
Baca juga: Tingkatkan Efisiensi Restoran dengan Software Kasir & Sistem Reservasi Terpadu
Mencari Kewarasan di Lantai Empat
Jika lantai dasar adalah tentang kesibukan, maka lantai empat, atau rooftop Resto Kalibayem adalah tentang pelepasan. Ada filosofi unik yang ditawarkan di sini, yaitu “Pendopo Langit”. Sebuah konsep outdoor berkapasitas puluhan orang yang memaksa kita mendongak, melihat bahwa langit masih luas dan masalah kita mungkin tidak sebesar yang kita takutkan.
Pagi hari di rooftop ini adalah definisi “ruang jeda” yang sesungguhnya. Ketika cuaca cerah, Gunung Merapi dan Merbabu terlihat gagah dari kejauhan, seolah menyapa mereka yang sedang Work From Cafe (WFC) atau sekadar melamun menjauh dari notifikasi ponsel. Dari ketinggian ini, pemandangan Rawa Kalibayem dan orang-orang yang sabar memancing di tepiannya menjadi tontonan terapi yang mendamaikan hati.
“Nyenja” dan Amunisi Sederhana yang Menghangatkan
Ketika matahari mulai tergelincir, suasana berubah menjadi magis. Istilah “nyenja” (menikmati senja) menjadi ritual wajib di sini. Namun, Resto Kalibayem paham, untuk tetap waras di tengah gempuran hidup, kita tidak butuh kemewahan yang berjarak. Kita butuh yang dekat di hati.
Itulah mengapa, berbeda dengan lantai di bawahnya, menu di rooftop ini justru kembali ke akar, yakni Angkringan.
Ada nasi kucing, nasi jinggo khas Bali, sate-satean, dan gorengan hangat. Namun, primadonanya tetaplah Kopi Joss. Bunyi “cesss” saat arang panas dicelupkan ke dalam kopi hitam pekat bukan sekadar atraksi, melainkan sebuah sinyal bahwa beban pikiran siap diredam. Bagi yang ingin makan berat, menu dari lantai bawah pun siap diantar ke atas. Semua dibuat mudah, agar pengunjung bisa fokus pada satu hal, yaitu kenyamanan dan istirahat.
Ruang Kolaborasi dan Pesta yang “Sadar”
Resto Kalibayem menjadi saksi bahwa bersenang-senang tidak harus kehilangan kesadaran. Di sini, alkohol tidak mendapat tempat. Sebagai gantinya, tersedia kearifan lokal dalam botol, seperti Kopi Bir, Temulawak, dan Sarsaparilla. Minuman berkarbonasi tradisional ini menjadi teman setia saat karaoke, atau saat DJ Dj-an memutar lagu-lagu yang mengajak pengunjung berdendang.
Lebih dari itu, tempat ini menjadi oase bagi komunitas dan mahasiswa. Mulai dari yoga, tarian kontemporer, rapat, hingga screening film hasil kolaborasi dengan teman-teman mahasiswa atau komunitas. Di saat mencari venue dengan harga terjangkau di Jogja semakin sulit, Resto Kalibayem justru membuka tangan lebar-lebar.
Lebih dari sekadar menyediakan tempat, mereka bahkan menyediakan snack kit untuk komunitas, seniman, atau mahasiswa yang ingin membuat acara. Hal tersebut menjadi bentuk support resto pada hal-hal berbau positif yang ada di lingkungan masyarakat.
Baca juga: Saung Bambu Cafe & Resto, Tempat Makan Enak Tanpa Bikin Kantong Bolong
Sebuah Panggilan untuk Pulang Sejenak
Hidup mungkin akan terus berjalan cepat, dan tugas-tugas itu mungkin tak akan pernah habis. Tapi, kita selalu punya pilihan untuk berhenti sejenak.
Jika dada mulai terasa sesak oleh target pekerjaan atau hiruk-pikuk kota, mungkin ini saatnya kita menepi ke Sonopakis Kidul. Pesan segelas Kopi Joss, duduk di pendopo lantai empat, dan biarkan angin sore Resto Kalibayem membasuh lelah kita sambil menikmati pemandagan Rawa Kalibayem dan jajaran pegunungan di Jawa Tengah yang indah.
Karena kadang, untuk bisa kembali berjalan jauh, kita hanya butuh duduk diam sembari melihat matahari pulang ke peraduannya. Mari bertemu di atas, di mana kopi terasa lebih nikmat dan hati menjadi lebih ringan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.









