Ada Apa di Lantai Tiga Resto Kalibayem? Dari Ruang Parkir Jadi Ruang Cerita dan Kolaborasi

resto kalibayem jogja

Milenianews.com – Kalau lagi main ke Resto Kalibeyem Jogja, lantai tiga jadi salah satu area yang paling bikin penasaran. Di lantai ini, fungsinya bukan cuma sebagai area parkir, tapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan UMKM lokal, sentuhan budaya, dan pengalaman yang terasa personal. Begitu masuk, suasananya langsung berbeda. Ada deretan souvenir, produk lokal, dan nuansa tradisional yang dibalut dengan konsep modern.

Area ini memang dirancang sebagai ruang kolektif. Kalibeyem berkolaborasi dengan berbagai pelaku UMKM dan brand lokal, salah satunya Lurik Prasojo dari Klaten. Lurik yang ditampilkan di sini punya karakter berbeda dengan batik. Coraknya lebih sederhana, teksturnya kuat, dan semuanya berbasis kain tenun tradisional. Menariknya, produk lurik ini masih diproduksi langsung di daerah asalnya, Klaten, dengan cara-cara lama yang tetap dijaga sampai sekarang.

Baca juga: Resto Kalibayem Jogja dan Cara Orang Jogja, Menemukan ‘Jeda’ di Atas Awan: Pendopo Langit dan Kopi Joss Penawar Lelah

Kain lurik hadir sebagai identitas budaya, bukan tren sesaat

resto kalibayem jogja (1)

Selain kain lurik, pengunjung juga bisa menemukan berbagai produk UMKM lain seperti camilan, souvenir khas, kaos, sampai pernak-pernik lokal yang cocok buat oleh-oleh. Konsepnya dibuat supaya UMKM bisa tumbuh bareng, tanpa saling bertabrakan produknya. Jadi semuanya terasa rapi, beragam dan tetap satu cerita.

Salah satu spot yang paling mencuri perhatian di lantai tiga adalah alat tenun tradisional yang dipajang di area ini. Bukan sekadar pajangan, alat ini punya nilai sejarah yang kuat dari pemilik Kalibayem sendiri, yang berasal dari Klaten, daerah yang sejak dulu dikenal sebagai sentra lurik. Alat tenun tersebut masih bisa beroperasi, meski usianya sudah sangat tua dan perlu perawatan khusus. Kehadirannya jadi simbol bahwa produk lurik yang ada di Kalibeyem bukan sekadar jualan, tapi juga membawa cerita panjang dari masa lalu.

Oleh-oleh dan bakery diproduksi dengan pendekatan personal

Di area yang sama, pengunjung juga bisa menemukan toko oleh-oleh yang terhubung langsung dengan bakery dan penginapan. Salah satu produk andalannya adalah bakpia yang diproduksi sendiri. Bakpia menjadi produk utama yang selalu tersedia, sementara produk bakery lain biasanya dibuat berdasarkan pesanan. Cocok untuk kebutuhan ulang tahun, acara keluarga, atau sekadar request khusus. Semuanya dibuat fleksibel, menyesuaikan kebutuhan pengunjung.

Resto Kalibeyem juga tidak melupakan sisi edukasinya. Di lantai tiga ini, ada narasi visual yang menceritakan sejarah Rawa Kalibeyem, daerah tempat berdirinya resto di wilayah Kalibayem. Rawa ini dikenal sebagai satu-satunya rawa alami yang masih tersisa di kawasan tersebut.

Dulunya, area ini adalah perkampungan dan persawahan, hingga akhirnya ambles akibat gempa Yogyakarta pada tahun 2004-2006 dan memunculkan mata air alami. Menariknya lagi, kawasan ini pernah menjadi lokasi uji coba kapal selam sekitar tahun 1946. Sejarah ini perlahan dikemas dan ditampilkan agar pengunjung tidak hanya datang untuk makan atau berbelanja saja, tapi juga pulang membawa cerita.

Dari sisi penginapan, Kalibeyem menyediakan kamar dengan konsep sederhana namun nyaman. Ada kamar kecil untuk satu orang dan kamar berukuran sedang yang cocok untuk dua orang atau keluarga kecil. Beberapa kamar menawarkan pemandangan taman dan aliran sungai yang bikin suasana menginap terasa lebih tenang. Tamu yang menginap juga mendapatkan berbagai keuntungan tambahan, termasuk kemudahan akses ke area kuliner dan layanan lainnya.

Edukasi menjadi bagian dari konsep, bukan tambahan belaka

Lokasi Resto Kalibeyem juga terbilang strategis. Dari sini, pengunjung bisa menjangkau pusat kota Yogyakarta seperti Malioboro, Titik Nol Kilometer, Keraton, hingga Taman Sari hanya dalam waktu sekitar 15 sampai 25 menit. Buat yang datang dari luar kota, Kalibeyem bahkan menyediakan layanan antar jemput dari Stasiun Tugu, jadi nggak perlu ribet mikirin transportasi.

Baca juga: Sego Dadar Lombok Garden: Resto Keluarga Bertema Taman dengan Harga Merakyat

Menariknya lagi, Kalibeyem juga menawarkan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari wisata dalam kota sampai luar kota, semuanya bisa diatur langsung. Tinggal datang, nikmati fasilitas, dan biarkan tim Kalibeyem yang mengurus sisanya. Konsep ini bikin Kalibeyem terasa seperti satu paket lengkap: makan bisa, nginep bisa, belanja oleh-oleh bisa, bahkan jalan-jalan pun sudah disiapkan.

Dengan konsep all-in-one yang matang, Kalibeyem berhasil menghadirkan pengalaman yang bukan cuma nyaman, tapi juga berkesan. Lantai tiga menjadi bukti bahwa satu ruang bisa punya banyak fungsi, mulai dari tempat singgah, ruang kolaborasi UMKM, sampai medium untuk merawat cerita dan sejarah lokal. Tempat ini cocok buat siapa saja yang ingin menikmati Yogyakarta dengan cara yang lebih dekat, hangat, dan penuh makna.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *